Peduli Lingkungan, Mahasiswa UB Susun Database Pohon

Pengumuman KPRS
September 22, 2020
Keren, Mahasiswa FTP Ciptakan Perisa Almond dari Ampas Tahu
September 22, 2020

Peduli Lingkungan, Mahasiswa UB Susun Database Pohon

Ketiga mahasiswa Universitas Brawijaya Intan Salsabila Putri Fakultas Pertanian,, M. Abdillah Rahmansyah Fakultas Ilmu Komputer, dan Maulana Farras Ilmanhuda Fakultas Hukum menginisiasi untuk membuat suatu program trobosan pendataan pohon  berkaitan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di tingkat kabupaten atau kota khususnya di Kota Malang. RFID akan di masukkan kedalam pohon dan diisi dengan data base pohon tersebut, dengan menggunakan NFC dan smartphone, maka data pohon tersebut dapat di deteksi saat smartphone tersebut di dekatkan dengan pohon tersebut.

Pesatnya polusi udara polusi udara yang semakin meningkat dampak dari kendaraan bermotor dan asap pabrik membuat kuliatas udara di perkotaan menurun drastis, spesifiknya di daerah kota Malang. Hal ini lah menjadi alasan pentingnya taman kota sebagai pasokan oksigen sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Berdasarkan data dari The Asian Green City Index mengukur kinerja lingkungan di 22 kota yang berada di Asia. Indeks kota hijau terbagi kedalam 8 kategori untuk setiap pengukurannya diantaranya energi dan CO2, Transportasi, Air, Guna lahan dan bangunan, Limbah, Sanitasi, Kualitas udara, dan Pemerintahan. Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/PUPR menetapkan 8 atribut Kota Hijau yaitu Green Planning & Green Design, Green Community, Green Open Space, Green Building (Bangunan Hijau), Green Energy, Green Transportation, Green Water dan Green Waste.

Pemerintah Kabupaten/Kota Malang telah menerapkan pendataan pohon Kota Malang dengan menggunakan ID QR Code yang ditulis dalam sebuah kertas dan dilamunasi. Namun, ada potensi kerusakan dan kehilangan karena menggunakan kertas yang dilaminasi akibat suhu (panas,dingin), kelembapan, dan ada tangan jahil. Ditambah lagi petugas yang mendata pohon dengan QR Code harus mendekat ke pohon dalam beberapa sentimeter.

Terobosan yang diinisiasi 3 mahasiswa ini adalah menggunakan Radio Frequency ID (RFID) sehingga saat pembacaan status pohon dan pemutakhiran data pohon lebih cepat serta bisa dikembangkan menggunakan wireless sensork network (WSN) ke depannya. Perangkat yang digunakan nantinya menggunakan Near-Field Communication (NFC), RFID, QR Code, dan Aplikasi bergerak (Mobile Apps). Perangkat dan teknologi yang digunakan adalah Industri 4.0 yang melibatkan Internet of Things (IoT), dan Cloud System.

Dengan adanya terobosan ini bisa membantu pemerintah kabupaten/kota Malang dalam pendataan pohon untuk Ruang Terbuka Hijau dan menjadi contoh bagi kota lain yang berada di Republik Indonesia. Mengingat menjaga lingkungan asri nan nyaman dan kulitas  udara tanggung jawab kita bersama.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian