Mahasiswa FTP Sulap Limbah Kulit Pisang Jadi Obat Kolesterol

Turun Kejalan, Dharma Wanita FTP Adakan Bhakti Sosial
Juli 11, 2014
Pengumuman Revisi Jadwal Ujian SAP
Juli 14, 2014

Mahasiswa FTP Sulap Limbah Kulit Pisang Jadi Obat Kolesterol

pektin ftpKabar gembira untuk penderita kolesterol, kini telah hadir pektin (serat pangan larut air-red) anti hiperkolesterol karya tiga mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (THP – FTP). Ketiganya adalah LukmanAzis, Nisa Alfilasari dan Clara Arha dibawah bimbinganNur Ida Panca STP., MP.  dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P).

Jika umumnya pektin yang digunakan dalam industri makanan berasal dari apel dan jeruk yang nota bene relatif lebih mahal,pektin yang berasal dari limbah kulit pisang ini lebih menguntungkan karena lebih murah karena memanfaatkamn limbah. Selain itu pektin ini juga berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi  pektin berbahan  limbah kulit pisang selama dua minggu mampu menurunkan kadar kolesterol sampai 52%.

Data WHO yang menyebutkan jantung koroner sebagai pembunuh terbesar di dunia serta banyaknya komoditas pisang di Malang raya merupakan hal yang melatar belakangi terciptanya inovasi pembuatan Pektin Limbah Kulit Pisang  ini. Lukman Azis (THP 2010) selaku ketua tim menjelaskan bahwa alasan penelitian ini untuk memanfaatkan limbah sekaligus sebagai solusi bagi penderita kolesterol dunia dengan cara yang mudah, murah, aman, namun praktis dan efisien.

“Mengingat di Malang ini banyak sekali industri pisang sehingga perlu ada penanganan limbah secara tepat guna. Pektin berbahan kulit pisang merupakan hal baru, apalagi jika menggunakan limbahnya. Sebab limbahnya selama ini hanya digunakan sebagai makanan ternak, padahal ada kandungan yang bermanfaat didalamnya. Inilah yang kami coba kembangkan melalui PKM-P ini. Jadi ibaratnya kami ini sekali mendayung dua pulau terlampaui. Pertama kami ingin memanfaatkan limbah kulit pisang itu secara ekonomis sehingga mampu menambah nilai jual pisang, kemudian kami juga ingin menginovasi pembuatan pektin sebagai obat,”  demikian Lukman menuturkan

tim pektin“Proses pembuatan pektin ini juga cukup mudah dan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan rumah tangga biasa. Jika Mahasiswa THP membuat produk pangan itu biasa, tetapi jika produknya bermanfaat bagi kesehatan terlebih berasal dari limbah, itu luar biasa. Kedepan pektin ini akan kami kemas dalam bentuk marshmallow untuk memberi kesan di masyarakat bahwa obatpun dapat tampil enak dan menarik, “pungkas Lukman.(dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian