Pelatihan E-Module TIP

HIMATETA MILK ACADEMY 2014
November 1, 2014
Visitasi Akreditasi S2 TEP
November 6, 2014

Pelatihan E-Module TIP

e-modulJurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (TIP FTP) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Lokakarya Penerapan Blended Learning dan Pembuatan E-Modul untuk Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar” yang ditujukan pada seluruh dosen dan asisten dosen di lingkungan TIP.  Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta ini dilangsungkan di laboratorium Manajemen Agroindustri TIP FTP selama dua hari, Senin – Selasa (27-28/10/2014) dengan menghadirkan pembicara dari Unit Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi UB, Achmad Basuki, ST. MMG. Ph.D., Raden Arief S., ST. MT.dan Mahendra Data, S.Kom. M.Kom.

Dipaparkan ketua penyelenggara, Rizky L.R. Silalahi, STP.  M.Sc., tujuan kegiatan ini adalah sebagai inovasi model pembelajaran. “Saat ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat mendorong berbagai lembaga pendidikan memanfaatkan sistem e-learning untuk meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas pembelajaran. Banyak mahasiswa yang mencari literatur dalam bentuk digital. Melalui kegiatan ini kami ajak dosen dan asdos untuk menggabungkan metode konvensional dan digital sebagai inovasi proses pembelajaran.  Kedepan modul dan diktat kuliah kami harap sudah tersedia dalam bentuk elektronik. Terlebih pembuatan e-modul ini akan dilombakan melalui program hibah,”jelasnya.

Lokakarya pada hari pertama, Senin (27/10/2014) lebih difokuskan pada materi dan pengenalan e-modul oleh Achmad Basuki, ST. MMG. Ph.D.  “Modul merupakan suatu bahan ajar yang memiliki struktur khas. Modul dapat dibedakan dari bahan ajar lainnya seperti diktat atau buku teks dari strukturnya serta waktu yang diperlukan untuk mempelajarinya. Modul dapat saja dirancang untuk selesai dipelajari hanya dalam waktu satu jam, sehari atau seminggu, satu semester atau bahkan setahun. Setiap modul harus mengandung informasi yang utuh (selfcontained). Implementasi sistem e-learning bervariasi mulai dari sederhana yakni sekedar kumpulan bahan pembelajaran yang ditaruh di web server dengan tambahan forum komunikasi lewat e-mail atau milist secara terpisah sampai dengan terpadu yakni berupa portal e-learning berisi berbagai obyek pembelajaran yang diperkaya dengan multimedia serta dipadukan dengan sistem informasi akademik, evaluasi, komunikasi, diskusi dan berbagai educational tools lainnya. Implementasi suatu e-learning bisa masuk kedalam salah satu kategori tersebut, diantara keduanya, atau bahkan bisa merupakan gabungan beberapa komponen dari dua cara tersebut. Hal ini disebabkan antara lain karena belum adanya pola yang baku dalam implementasi e-learning, keterbatasan sumberdaya manusia baik pengembang maupun staf pengajar dalam e-learning,keterbatasan perangkat keras maupun perangkat lunak, keterbatasan biaya dan waktu pengembangan.Adapun dalam proses belajar mengajar yang sesungguhnya. Untuk di beberapa tempat yang memiliki koneksi Internet sangat lambat, pemanfaatan sistem e-learning tersebut bisa saja digabung dengan sistem pembelajaran konvesional. Sistem ini lebih dikenal sebagai blended learning atau hybrid learning, ” paparnya.

Sementara pada hari kedua, Selasa (28/10/2014) seluruh peserta pelatihan langsung praktik membuat modul online. Diantara materi yang dipraktekkan adalah memilih format harian/mingguan/bulanan/semesteran, topik atau sosial kemudian mengisi mata pelajaran dengan resources dan aktifitas lainnya. Peserta juga belajar untuk mengetahui siapa saja yang sedang on-line, berdiskusi melalui forum diskusi, membuat refleksi melalui journal. Pada sesi ini Raden Arief S., ST. MT.dan Mahendra Data, S.Kom. M.Kom. juga membimbing peserta pelatihan tentang pemberian dan pengiriman tugas terintegrasi, yakni memberi tugas on-line, tugas off-line, serta cara mengup-load file. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian