Pelatihan Penyusunan Dokumen Sistem Jaminan Halal (SJH) UKM Olahan Pangan Kota Batu

Pengumuman Staf Magang HMPPI Terpilih
Oktober 22, 2019
Mahasiswa FTP Meraih Prestasi Juara 2 Pada National Essay Competition di Universitas Sebelas Maret Surakarta
Oktober 24, 2019

Pelatihan Penyusunan Dokumen Sistem Jaminan Halal (SJH) UKM Olahan Pangan Kota Batu

Difasiltasi Tim Pengabdian Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universits Brawijaya (UB), UKM pangan olahan Kota Batu berlatih menyusun dokumen SJH. Kegiatan ini merupakan bagian pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Rabu, 21 Oktober 2019 dari pukul 08.00 – 15.00 WIB, di PLUT Jalan Abdul Gani Atas No 2 Kota Batu.

Kegiatan pelatihan diikuti oleh 14 peseta dari UMKM Kota Batu dan sekitar 8 orang mahasiswa FTP UB. Sesi ini untuk memberi pembekalan bagi UMKM agar mengenal Sistem Jaminan Halal (SJH) sebelum mereka megisi manual SJH di usaha masing-masing. Dalam sesi ini diperkenalkan 11 kritersia persyaratan manual SJH yang mencakup:

  • Kebijakan Halal: Manajemen Puncak harus menetapkan Kebijakan Halal dan mensosialisasikan kebijakan halal kepada seluruh pemangku kepentingan (stake holder) perusahaan.
  • Tim Manajemen Halal: Manajemen Puncak harus menetapkan Tim Manajemen Halal yang mencakup semua bagian yang terlibat dalam aktivitas kritis serta memiliki tugas, tanggungjawab dan wewenang yang jelas.
  • Pelatihan dan Edukasi: Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis pelaksanaan pelatihan. Pelatihan internal harus dilaksanakan minimal setahun sekali dan pelatihan eksternal harus dilaksanakan minimal dua tahun sekali.
  • Bahan: bahan yang digunakan dalam pembuatan produk yang disertifikasi tidak boleh berasal dari bahan haram atau najis. Perusahaan harus mempunyai dokumen pendukung untuk semua bahan yang digunakan, kecuali bahan tidak kritis atau bahan yang dibeli secara retail.
  • Produk: mencakup karakteristik/ profil sensori produk tidak boleh memiliki kecenderungan bau atau rasa yang mengarah kepada produk haram atau yang telah dinyatakan haram berdasarkan fatwa MUI.
  • Fasilitas Produksi: mencakup persyaratan fasilitas produksi yang harus menjamin tidak ada kontaminasi silang dengan bahan /produk yang haram/ najis;
  • Prosedur Tertulis Aktivitas Kritis: perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis mengenai pelaksanaan aktivitas kritis, yaitu aktivitas pada rantai produksi yang dapat mempengaruhi status kehalalan produk.
  • Kemampuan Telusur (Traceability): Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis untuk menjamin kemampuan telusur produk yang disertifikasi berasal dari bahan yang memenuhi kriteria (disetujui LPPOM MUI) dan diproduksi di fasilitas produksi yang memenuhi kriteria (bebas dari bahan babi/ turunannya).
  • Penanganan Produk yang Tidak Memenuhi Kriteria: Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis untuk menangani produk yang tidak memenuhi kriteria, yaitu tidak dijual ke konsumen yang mempersyaratkan produk halal dan jika terlanjur dijual maka harus ditarik.
  • Audit Internal: Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis audit internal pelaksanaan SJH. Audit internal dilakukan setidaknya enam bulan sekali dan dilaksanakan oleh auditor halal internal yang kompeten dan independen. Hasil audit internal disampaikan ke LPPOM MUI dalam bentuk laporan berkala setiap 6 (enam) bulan sekali.
  • Kaji Ulang Manajemen: Manajemen Puncak atau wakilnya harus melakukan kaji ulang manajemen minimal satu kali dalam satu tahun, dengan tujuan untuk menilai efektifitas penerapan SJH dan merumuskan perbaikan berkelanjutan.

Peserta antusias mengikuti kegiatan, karena diperkenalkan cara praktis mencari nomor dan tanggal kedaluarsa sertifikasi halal bahan yang digunakan dalam usaha di pencarian produk halal web LPPOM MUI. Mereka ramai-ramai mencari melalui HP masing-masing. Di akhir pertemuan diadakan evaluasi kegiatan dengan kuisioner sebagai masukan penyelenggara. Lebih lanjut peserta pelatihan dan pendampingan berkomitmen untuk mengajukan sertifikasi halal yang akan difasilitasi oleh Dinas Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Batu dengan Tim Pengabdian sebagai fasilitator. Selamat menjalankan produksi halalan thoyibban semoga segera mendapat sertifikasi halal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian