Pengmas, Dosen FTP Kembangkan Sirup Alros.

Studi ke LN Bukanlah Sekedar Impian
April 19, 2012
Seminar Nasional PERTETA 2012
April 26, 2012

Pengmas, Dosen FTP Kembangkan Sirup Alros.

Indonesia dengan kekayaan plasma nutfah namun sayangnya, keanekaragaman hayati tersebut belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Seperti misalnya ilalang atau alang-alang.  Selama ini, orang hanya mengenal  alang-alang  sebagai tanaman gulma pengganggu dalam budidaya pertanian. Lantaran tanaman yang mempunyai nama latin  Imperata cylindica L Beauv Sp ini, menyebabkan ketidaksuburan tanah dan susah memberantasnya.

Namun, ternyata tanaman yang berkembang melalui rhizome ini jika diolah, memiliki manfaat bagi kesehatan dan bernilai ekonomis tinggi.  Misalnya diolah menjadi produk herbal dan minuman fungsional. Seperti yang dilakukan Siti Asmaul Mustaniroh, STP. MP dan Ari Febrianto, STP. MP, yang mengolah akar atau rimpang alang-alang menjadi sirup yang enak diminum dan berkhasiat tinggi. Dosen Jurusan TIP Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) ini mengembangkan teknologi tepat guna pengolahan sirup alang-alang dan bunga rosella sebagai kegiatan pengabdian masyarakat di UKM R. Rovit, Batu.

Tanaman  alang-alang sebenarnya sejak lama digunakan mayoritas masyarakat Cina sebagai obat menurunkan panas dalam, urat syaraf lemah, mengatur dan memperlancar pengeluaran urine. Bunganya digunakan untuk hemotypsis (menghentikan pendarahan) dan epitaksis paru-paru, sedangkan  batang mudanya dapat digunakan sebagai dierutika (meluruhkan kemih).

Sedangkan Rosella  (Hibiscus sadariffa L) merupakan tanaman hias berkelopak bunga warna merah menyala. Biasanya dikeringkan dan difermentasi menjadi minuman yang segar dan menyehatkan. Tanaman asal Afrika Barat ini kini telah banyak dibudiayakan dan diolah menjadi sirup dan teh herbal. Dipercaya berkhasiat menurunkan tekanan darah, terapi kanker dan intestinal antisepticat atau antiseptic saluran pencernaan).

Nah, pernahkan terbayang  jika alang-alang dan rosella dengan khasiat masing-masing tersebut disatukan menjadi minuman. Tenyata setelah diolah, menjadi minuman fungsional  yang enak rasanya, segar namun menyehatkan.

Berikut ulasan detail berdasarkan penuturan Siti Asmaul. Prinsip dasar pengolahan sirup ini asalkan bahan yang digunakan asli (untuk keperluan rumah tangga) dan tidak melampaui batasan yang ditentukan Standar Industri Indonesia (SII), jika menggunakan bahan tambahan untuk produksi skala  industri.

Misalnya Sukrosa minimal 65%, glukosa atau sirup jagung 10 %, penggunaaan pengawet natrium benzoat  dan kalium sorbet maksimal 0.1%  atau 250mg/kg, asam sitrat hingga pH4.0. Kandungan Seng maks 1 mg/kg, Arsen  maksimal 10 mg/kg. Sedangkan kandungan kontaminasi akibat proses pengolahan,SII mengijinkan jumlah bakteri maks 25kol/ml. Golongan Coli  maksimal 1kol/ml dan 100 kol/ml kapang (jamur) dan khamir.

Adapun cara pembuatan sirup Alros ini tergolong mudah, cukup mencampurkan bunga rosella dan akar rimpang yang sudah dikeringkan melalui pengovenan agar tak banyak bahan cemaran. Kemudian bahan dihancurkan dengan blender sampai halus tidak terlihat seratnya dan dicampur air. Setelah itu di panaskan hingga mendidih dan ditambahkan gula secukupnya. Dapat ditambahkan asam sitrat dan natrium benzoate dengan takaran kecil, sambil terus diaduk hingga mengental. Proses selanjutnya didinginkan dalam suhu ruangan. Hingga siap dikemas dalam botol dan dikonsumsi untuk keluarga tercinta atau dipasarkan sebagai tambahan income keluarga.  [Elr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian