Peran Akademisi dalam Meningkatkan Daya Saing Produk Unggulan Daerah

Kuliah Tamu Efficiency Improvement dari Mahidol University Thailand
Mei 3, 2017
PS ITP FTP Raih Akreditasi A BAN-PT
Mei 8, 2017

Peran Akademisi dalam Meningkatkan Daya Saing Produk Unggulan Daerah

IMG_2261Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya melaksanakan seminar sehari bertema “Peran Akademisi dalam Meningkatkan Daya Saing Produk Unggulan Daerah” Rabu (03/05/2017). Menghadirkan Drs. R. Iskandar Novianto, Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc. serta Hadi Apriliawan, STP. MP. seminar yang dimoderatori Dr. Sucipto, STP. MP. ini dihadiri sekitar 500 mahasiswa berbagai jurusan di FTP.

IMG_2158Dalam paparannya, Kepala Bidang Kerjasama Dalam Negeri, Pusat Kerjasama Standardisasi Badan Standarisasi Nasional Drs. R. Iskandar Novianto menjelaskan bahwa standarisasi bertujuan untuk meningkatkan jaminan mutu, efisiensi produksi, daya saing nasional, persaingan usaha yang sehat dan transparan dalam perdagangan, kepastian usaha, dan kemampuan Pelaku Usaha, serta kemampuan inovasi teknologi. “Sesuai dengan Undang Undang no. 20 tahun 2014 pasal 3 bahwa standarisasi diperlukan untuk  meningkatkan perlindungan kepada konsumen, Pelaku Usaha, tenaga kerja, dan masyarakat lainnya, serta negara, baik dari aspek keselamatan, keamanan, kesehatan, maupun pelestarian fungsi lingkungan hidup. Selain itu dengan adanya standarisasi akan meningkatkan kepastian, kelancaran, dan efisiensi transaksi perdagangan Barang dan/atau Jasa di dalam negeri dan luar negeri, ” paparnya.

IMG_2137Sementara itu Dekan FTP, Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc. menjelaskan bahwa akademisi sangat berperan dalam meningkatkan daya saing produk unggulan daerah. “Dengan adanya standarisasi produk yang menjamin keamanan, keselamatan, kesehatan serta pelestarian lingkungan  akan mengurangi hambatan perdagangan. Disini akademisi akan berperan untuk menmabha pengetahuan dan pemahaman tentang standarisasi, meningkatkan peran pakar dalam proses konsensus perumusan standar dan pemeliharaannya serta mengembangkan kompetensi dan peran laboratorium perguruan tinggi dalam mendukung kegiatan standarisasi,” paparnya.

IMG_2256Sebagai perwakilan dunia industri, Hadi Apriliawan, STP.MP., yang juga giat mengembangkan potensi daerah memaparkan pengalamannya di sesi berikutnya. “Standarisasi sangat penting bagi pengembangan suatu produk. Ini saya alami sendiri karena produk saya yaitu susu listrik “SULIS” telah mendapat sertifikat dari BSN, membuat SULIS lebih unggul dan kompetitif di pasaran. Sebab masyarat maupun para investor akan lebih menyenangi produk yang telah terstandar. Tak hanya mampu menrik investor dalam negeri, produk kami bahkan mampu menarik investor Jepang dengan nilai yang cukup fantastis. Pengurusan sertifikasi BSN pun sebenarnya relatif mudah. Enaknya lagi, BSN juga memberikan pendampingan bagi UKM UKM hingga berhasil. Jadi kalau ingin lebih sukses, mari akrab dengan BSN,” pungkasnya bersemangat. (dse)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian