Peran Civitas TBP FTP dalam Menyikapi Pandemi Covid-19

Surat Keterangan Pembekalan PKL
Oktober 22, 2020
Penyuluhan Gizi pada Kaum Lansia sebagai Upaya Cegah Diabetes
Oktober 28, 2020

Peran Civitas TBP FTP dalam Menyikapi Pandemi Covid-19

Adanya wabah Covid-19 yang merupakan pandemic  global di seluruh dunia ini cukup mengguncang berbagai sektor kehidupan. Berbagai berita pada media massa telah menyebutkan bahwa terjadi peningkatan jumlah infeksi seiring dengan intensitas aktivitas kehidupan sehari-hari yang melibatkan banyak orang saling berinteraksi.

Desa Landungsari merupakan kawasan strategis yang dekat dengan setidaknya 4 kampus besar yaitu Universitas Brawijaya, UIN Malang, UMM Malang, dan UNISMA Malang dengan mahasiswa dengan jumlah yang sangat besar dan masyarakat yang juga padat. Adanya berita mahasiswa UB yang terinfeksi dan disusul dengan penduduk sengkaling yang terinfeksi meninggal dan sempat dilakukan acara tahlil mengakibatkan penyebaran virus ini sangat mengkhawatirkan.

Upaya untuk mengatasi pandemic ini adalah dengan cara mematuhi himbauan-himbau kesehatan yang disosialisasikan oleh pemerintah. Namun kenyataanya masyarakat belum sepenuhnya memahami himbaun tersebut, sehingga dikhawatirkan penyebaran virus corona akan semakin meluas dan memperpanjang masa pandemic di Indonesia.

Hal inilah yang melatari tim dosen dari Program Studi Teknologi Bioproses Fakultas Teknologi Pertanian (PS TBP FTP) Universitas Brawijaya (UB) melakukan serangkaian kegiatan dalam upaya memutus mata rantai Covid-19.

Kegiatan pertama yang dilakukan adalah melakukan penelitian mandiri dengan menggunakan pemodelan matematika sederhana Susceptible Infectious Recovery (SIR) dengan data resmi pemerintah Indonesia yang diperbaharui setiap hari. Penelitian dengan pemodelan matematika ini  dapat memberi informasi tentang pentingnya pengaruh kepatuhan terhadap himbauan pemerintah terhadap jangka waktu pandemic ini. Diharapkan diseminasi hasil simulasi berdasar pemodelan matematika pada lingkungan msyarakat akan mendukung program pemerintah untuk mempercepat memutus rantai penularan virus. Pemodelan Susceptible Infectious Recovery (SIR) merupakan penelitian yang digawangi Dr. Ir. Bambang Dwi Argo, DEA bersama Dr. Ir. Anang Lastriyanto, M.Si., Dr. M. Bagus Hermanto, STP, M.Sc., Yusuf Wibisono, STP, M.Sc, PhD., Dina Wahyu Indriani, STP, M.Sc., dan Angky Wahyu Putranto, STP, MP., dari PS TBP FTP UB berdasarkan data Perkembangan Kasus kasus positif COVID-19 perhari; data Perkembangan Kasus Meninggal per hari karena  COVID-19;  serta data Perkembangan Kasus Sembuh per hari karena  COVID-19. Susceptible(S) dalam pemodelan SIR merupakan individu yang tidak terinfeksi tetapi dapat tertular oleh penyakit, sehingga golongan ini memiliki kemungkinan untuk terinfeksi dan berpindah ke kelas infectious (I). Infectious (I) merupakan individu yang dapat menularkan penyakit pada individu susceptible. Waktu yang diperlukan oleh penderita infeksi penyakit disebut periode penyakit. Setelah melalui periode penyakit, maka individu akan sembuh dan berpindah ke kelas recoverr (R). Recovery (R) merupakan individu yang telah sembuh dari penyakit atau kebal dalam kehidupannya.  Dalam diseminasi pemodelan ini dilakukan sosialisasi upaya peningkatan kesadaran untuk mematuhi himbauan kesehatan dengan mengusung tema “The Rasulullah Principles on Pandemics”  yang juga membahas peningkatan imunitas tubuh sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW; protokol Covid dan program pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dalam menyikapi pandemi covid-19.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa terdapat delapan prinsip Rasulullah dalam menghadapi pandemi diantaranya adalah dengan karantina, isolasi dan menjaga jarak; tracing penularan; menjaga seoptimal mungkin dari penularan serta berobat jika sakit; syahidnya mereka yang meninggal karena wabah ;  berdoa kepada Allah; menjaga higienitas dan sanitasi; serta  menjaga kesehatan dan kebugaran.

Tak hanya memberikan sosialisasi berupa materi kepada warga desa Landungsari, tim TBP juga menyalurkan sembako, face shield dan masker kepada warga setempat terutama yang tidak mampu. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian