PEREMAS, Pereduksi Emisi Gas Cerobong Asap dengan Spirulina

Nonalika, Teknologi Nano Atasi Masalah Pascapanen
Mei 16, 2016
E-Paddy, Electric Padi untuk Kawasan Tertinggal
Mei 17, 2016

PEREMAS, Pereduksi Emisi Gas Cerobong Asap dengan Spirulina

peremasMakin tercemarnya lingkungan yang salah satunya berasal dari emisi gas pada cerobong asap melatari keempat mahasiswa Teknik Lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya membuat alat PEREMAS. Keempat Mahasiswa tersebut adalah Fadil Arif (TL 2013), M.Isnu (TL 2013), Miftakhul Ikhsan (TL 2012) dan Mikailla (TL 2014) dibawah bimbingan Angga Dheta Sirajuddin, SSi.MSi. PEREMAS merupakan pereduksi emisi gas yang mampu mengkonversi CO2 secara keseluruhan tanpa membiarkan adanya CO2 lolos ke lingkungan bebas.

Saat ini umumnya pereduksi emisi gas cerobong asap menggunakan Boiler Draft System Tipe Balance dan Wet Scrubber. Sayangnya kedua alat tersebut relatif  mahal, rumit serta masih meloloskan CO2 ke udara hingga tidak efisien.  Untuk inilah PEREMAS yang menggunakan aerasi mikroalgae Spirulina Sp. hadir sebagai solusi.  Peralatan PEREMAS dirangkai dengan unit bak kondesor berbahan stainless, bak bioreaktor dan pipa saluran aerasi. Proses dilakukan dengan cara mengalirkan emisi gas menuju pipa input sehingga terjadi kontak langsung dengan bak kondensor agar suhu yang masuk dapat dikendalikan. Selanjutnya gas akan mengalir dengan otomatis melalui pipa yang dihubungkan dalam bak bioreaktor setelah itu uap air dilanjutkan alirannya melalui pipa saluran yang terdapat dalam bak bioreaktor berisi mikroalga sehingga terjadi kontak dan reaksi kimia uap air berubah menjadi oksigen. Bak bioreaktor tersebut bertujuan untuk mempercepat proses penguraian gas yang kontak langsung dengan mikroalga melalui sistem aerasi. Hasilnya yaitu berupa gas yang telah berubah menjadi oksigen, selanjutnya oksigen dialirkan melalui kran output dan dibuang ke udara bebas.

Kelebihan teknologi ini mampu mengkonversi CO2 secara keseluruhan menjadi O2 tanpa membiarkan adanya CO2 lolos kelingkungan, serta dihasilkannya Spirulina sp. yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan biofuel atau energi terbarukan dan pengolahan Spirulina sp. sebagai suplemen kesehatan yang aman dikonsumsi manusia. PEREMAS yang memanfaatkan mikroalga juga ramah lingkungan dengan pengoperasian dan perawatan alat lebih mudah, serta biaya produksi murah. Dengan demikian kedepan diharapkan PEREMAS dapat menjadi alternatif pemerintah untuk penerapan teknologi tepat guna guna mengatasi permasalahan lingkungan. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian