Perkuat Reputasi Internasional, THP FTP Inisiasi Kerjasama dengan Korea dan USA

Perolehan Medali Kontingen Fakuktas Teknologi Pertanian di Ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 32
September 2, 2019
Upcoming Event: ESP Akan Mengadakan AEC Talkshow Bertemakan Kesempatan Kuliah ke Luar Negeri di Akhir September Mendatang!
September 3, 2019

Perkuat Reputasi Internasional, THP FTP Inisiasi Kerjasama dengan Korea dan USA

Prof. Seong Gu Hwang (Hankyong National University – Korea Selatan) dan Dr. Julianne H. Grose (Brigham Young University – Amerika Serikat) mengunjungi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), (26/8 – 06/ 09/2019).  Kunjungan yang dilakukan selama dua minggu berturut turut ini mengusung agenda iniasiasi  kerjasama antara tiga negara, Amerika Serikat – Korea Selatan dan Indonesia.

Ketua Jurusan THP, Dr. Widya Dwi Rukmi menyatakan bahwa serangkaian kegiatan yang dilakukan kedua akademisi dunia itu bertujuan untuk memperkuat visi jurusan guna menjadi pusat pengembangan ilmu, teknologi, dan sumber daya manusia dalam bidang teknologi hasil pertanian dan berwawasan kewirausahaan yang bermutu dan bereputasi di tingkat nasional, regional, dan internasional. “Alhamdulillah saat ini THP semakin banyak bekerjasama dengan berbagai pakar berkelas dunia seperti diantaranya Prof. Hwang dan Dr. Grose ini. Selain sebagai implementasi 3 in 1 program melalui kegiatan kuliah tamu dengan berbagai topik, kunjungan Prof. Hwang dan Dr. Grose ini juga merupakan inisiasi kerjasama institusi kami dengan Hankyong National University di Korea Selatan maupun Brigham Young University di Amerika Serikat. Dengan demikian, selain meningkatkan reputasi institusi juga memperkuat wawasan sivitas akademika kami baik dosen maupun mahasiswa. Sebab saat ini merupakan era industry 4.0 sehingga kita pun harus ikuti perkembangan jaman dan mengikuti isu teknologi terkini di tingkat global, utamanya yang berkaitan dengan ranah kami di jurusan Teknologi Hasil Pertanian,” paparnya.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Dr. Julianne H. Grose menyatakan, “Ada banyak peluang kerjasama yang terbuka lebar. Seiring berkembangnya revolusi industri, ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk mikrobiologi juga berkembang pesat setiap harinya. Saya harap melalui kunjungan ini dapat segera mulai berkolaborasi bersama Indonesia dan Korea untuk melakukan penelitian bersama terutama terkait dengan pangan, penyakit dalam pertanian dan bagaimana jalan keluarnya,” jelasnya.

Adapun Prof. Seong Gu Hwang menjelaskan bahwa kegiatan kolaborasi antar tiga negara ini sangat bagus dilakukan. “Dengan adanya kegiatan semacam ini, ilmu pengetahuan akan lebih terupdate dan terdistribusi maksimal. Seperti misalnya saja efek asetat dan propionat dalam meningkatkan deposisi lemak intramuskular (marmer) pada sapi potong saat ini masih kurang dipahami. Tetapi kami memiliki penelitian yang justru bertujuan untuk mengevaluasi efek asetat dan propionat pada penentuan preadiposit dan diferensiasi adiposit dalam sel vaskular stroma (SVC) yang diisolasi dari jaringan intramuskuler sapi potong Hanwoo di Korea. Harapannya melalui kegiatan ini sharing knowledge dan joint research akan lebih mampu diimplementasikan. Langkah terdekat mungkin kami akan adakan student exchange atau joint research antara ketiga institusi,” pungkasnya. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian