POTY Berhasil Berikan Gold Medal Internasional Pertama bagi UB di 2021

Pengumuman KPRS Semester Genap 2020/2021
Februari 11, 2021
International Webinar Series #2 : Teknologi Air Bersih Canggih untuk Produksi Berkelanjutan
Februari 26, 2021

POTY Berhasil Berikan Gold Medal Internasional Pertama bagi UB di 2021

Moch. Rofiul Qorni (TIP / 2018), Isbakhul Lailatil Fibriyah (TIP / 2019), Ivan Hidayat Eko Saputro (TIP / 2019) , ketiganya mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian bersama Aini Salsabila (Akutansi / 2019 ) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis berhasil mengalahkan 85 tim yang berasal dari India, Kanada, Korea Selatan, Malaysia serta Indonesia dan mempersembahkan Gold Medal pertama di level internasional bagi Universitas Brawijaya dalam ajang Asean Innovative Science Environmental, and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2021 yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association bekerjasama dengan Food Technology Departmen –  Institut Pertanian Bogor (IPB), Nutrition Department – Universitas Diponegoro   (UNDIP), Universitas   Dian   Nuswantoro   (UDINUS), Indonesia   International Institute  for  Life  Sciences  (i3L), Yayasan  Prestasi  Pendidik  Indonesia,  Himpunan  Penggiat Adiwiyata Indonesia Malang Raya dan  AISEEF Organizing Committee.


AISEEF merupakan kompetisi nasional dan internasional tahunan antar universitas se Asia dibidang science, lingkungan dan entrepreneurship. AISEFF 2021 dilombakan pada 18-22 Februari dengan empat kategori yaitu Enterprenuer (business plan, management, marketing) , Social Science, Environmental Science (interaksi komponen fisik, kimia, dan biologi lingkungan serta hubungan dan efek komponen tersebut dengan organisme pada lingkungan), serta Innovation Science (inovasi dalam bidang Fisika Terapan, Kimia dan Biologi yang dapat berupa produk aplikasi, alat peraga dan temuan kreatif).

Mengusung POTY yang merupakan sistem budidaya sayuran hidroponik berbasis IoT (Internet of Thing) untuk menghasilkan produk sayuran organik yang berkualitas, keempat mahasiswa Universitas Brawijaya ini berhasil menjadi juara pertama pada kategori Innovation Science. Metode POTY meliputi kandungan nutrisi, penambahan sinar UV dan sistem aerasi secara terkontrol melalui smartphone yang dapat digunakan pada greenhouse berbagai ukuran

Moch. Rofiul Qorni, sang ketua tim mengungkapkan beberapa keunggulan POTY ,” Kelebihan teknologi ini mampu mengontrol kebutuhan zat-zat yang dibutuhkan tanaman. Dengan demikian POTY mampu  meningkatkan hasil produksi sayuran hidroponik berkualitas tinggi tetapi dengan biaya relatif lebih efisien,” paparnya.

POTY juga mendapat respon positif ketika diterapkan di daerah Tumpang dan Kepanjen, Kabupaten Malang. “Alhamdulillah saya senang dengan adanya POTY ini karena sangat membantu saya terjun di usaha hidroponik. Padahal lahan dan pengetahun saya terbatas lho, tetapi berkat POTY hasil sayuran kami hasilkan bagus bagus  dengan biaya yang rendah. ” tutur Zainab dari Kepanjen – Malang, salah satu pengusaha hidroponik rumahan pengguna POTY. (dse)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian