Press Release Kajian Internal Aksi Pangan dan Peduli Pangan Terkait Ikan dan Penggunaan Plastik

Undangan Seminar Bagi Awardee Beasiswa Bakti BCA
November 15, 2019
Studi Lapang mahasiswa Teknik Lingkungan di Waduk Jatibarang, Semarang
November 16, 2019

Press Release Kajian Internal Aksi Pangan dan Peduli Pangan Terkait Ikan dan Penggunaan Plastik

Kamis (14/11) telah diadakan kegiatan kajian internal Peduli Pangan yang dihadiri oleh 16 orang anggota. Acara ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya pada pukul 20.00 WIB. Kajian Internal kali ini dipandu oleh Vanesa Friska Adela selaku moderator dan Nadien Zahrah selaku pemateri. Topik yang dibahas dalam kajian internal ini adalah Ikan dan Less Plastic, dimana terdapat beberapa poin pembahasan yaitu apa itu ikan, kandungan pada ikan, manfaat ikan, kondisi sampah plastik, bijak menggunakan plastik, less plastic.

Selain dilakukannya kajian internal, pada Jumat, 15 November dilakukan aksi pangan untuk memperingati “Hari Ikan Nasional” dengan membagikan roti panggang ke beberapa orang yang ada di lingkungan FTP. Kegiatan ini berpusat di gazebo FTP dari pukul 08.00-11.00. Pembagian roti panggang untuk mahasiswa dilakukan dengan menunjukan tumbler, dimana yang membawa tumbler akan memperoleh satu buah roti panggang. Roti panggang yang diberiikan kurang lebih sekitar 80 buah yang masing-masing roti berisikan abon ikan. Selain pemberian roti panggang, dilakukan pemberian edukasi terkait Hari Ikan Nasional yang jatuh pada tanggal 21 November 2019 serta penjelasan terkait hari ikan dan less plastic.

Ikan merupakan salah satu komoditas pangan yang sering dikonsumsi manusia. Jumlah konsumsi ikan pada tahun 2019 diperkirakan bisa mencapai 54,49 kg/kapita. Ikan mengandung banyak manfaat untuk tubuh, diantaranya dapat mencegah penyakit jantung, menjaga fungsi dan kesehatan otak, mendukung kesehatan tulang, baik untuk penderita gangguan tiroid, dan menjaga kesehatan mata. Manfaat-manfaat ikan ini dapat diperoleh karena ikan mengandung protein, asam lemak omega-3, vitamin, mineral, karbohidrat dan serat.
Habitat ikan paling besar terdapat di laut, tetapi kenyataanya kondisi laut saat ini sangat memprihatinkan.
Masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan ke sungai yang akan mengalir ke laut. Padahal sampah-sampah yang sampai ke laut, terutama sampah plastik akan mengganggu habitat biota laut, khususnya ikan. Sampah-sampah plastik ini sangat berbahaya bagi biota laut karena mereka dapat mengira plastik sebagai makanannya dan akhirnya mengonsumsi plastik tersebut. Sebagai contoh, penyu tidak dapat membedakan kantong plastik dengan ubur-ubur, sehingga penyu mengonsumsi kantong plastik tidak disengaja. Saat sampah plastik masuk ke pencernaan hewan laut hal tersebut dapat menyebabkan penyumbatan dan hewan laut mengalami kematian. Ditambah dengan peningkatan produksi sampah yang sebagian besar merupakan sampah yang tidak bisa didaur ulang.

Oleh karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan plastik dan harus dimulai dari diri kita masing-masing. Hal ini dapat dimulai dengan mengurangi penggunaan plastik, dengan membawa tumbler, menggunakan totebag saat belanja, menggunakan stainless straw, membawa kotak bekal saat membeli makanan, dsb. Selain langkah pencegahan dapat juga dilakukan penanggulangan dengan sampah plastik yang ada dimanfaatkan untuk dibuat menjadi eco brick. Diharapkan dengan adanya kajian internal dan aksi pangan memperingati hari ikan nasional dan less plastic, masyarakat akan lebih bijak dalam menggunakan plastik dan dapat mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari. (Din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian