Prof. Imai : Saatnya Lebih ‘Concern’ Tangani Pencemaran Air

Kuliah Tamu Water Treatment Technology
September 25, 2013
Mahasiswa Yudisium 30 September 2013
Oktober 1, 2013

Prof. Imai : Saatnya Lebih ‘Concern’ Tangani Pencemaran Air

_MG_3900Air merupakan Sumber Daya Alam (SDA) yang memegang peranan penting bagi sendi-sendi kehidupan manusia. Namun sejauh ini upaya pengelolaan sumber daya air belum banyak menjadi perhatian semua pihak, padahal ketersediaan air di masa depan dan pengelolahan pencemaran air merupakan urusan yang tidak dapat disepelekan dan harus serius ditangani bersama.

Dari hal terkecil, misalnya membangun kesadaran masyarakat terhadap kelestarian sumber daya air dan pencemaran air hingga pengolahan air limbah dan ketersediaan suplai air dimasa mendatang. Seharusnya kesadaran ini perlu ditanamkan sejak dini harus dibangun melalui sosialisasi dan edukasi yang berkesinambungan.

Tentu saja hal ini tak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja melalui regulasi yang kondusif atupun Badan Konservasi SDA. Namun semua elemen masyarakat termasuk universitas sebagai pusat pendidikan untuk mengkaji dan memberikan informasi ilmiah terkait. Demikian dikatakan Profesor DR. Eng. Tsuyoshi Imai dari Divisi Environmental Science and Engineering, Universitas Yamaguchi Jepang sesaat sebelum memberikan kuliah tamu internasional bertema Waste Water Treatment di Widyaloka, Selasa (24/9).

Dikatakannya lebih lanjut, saat ini perlu lebih memusatkan perhatian dan bersinergi menghadapi problem keterbatasan air dan pencemaran air terutama pemukiman padat penduduk. Karena jika, ditakutkan akan menjadi bom waktu dan masalah besar di masa mendatang.

Berdasarkan pengamatan langsung dilapangan Prof. Imai di daerah Malangraya dan sekitarnya, terdapat perbedaan kualitas air begitu kentara antara daerah pedesaan dan perkotaan. Imai memahami penurunan kualitas air karena pencermaran air merupakan permasalahan khas perkotaan.

“Karenanya perlu lebih concern (peduli, red) terhadap pengelolaan sumberdaya air dan pencemaran air. Perlu adanya perencanaan yang baik dan berkesinambungan untuk pengelolaan SDA terutama pengolahan air limbah, baik limbah domestik maupun dari industri. Perlu disiapkan terutama dari segi teknologi pengolahan limbah dan infrastrukturnya. Hal ini membutuhkan cost (pembiayaan,red) yang relatif tinggi,” ungkap Profesor yang murah senyum ini.

Disadarinya, memang bukan hal yang mudah untuk diwujudkannya, namun jika semua pihak bekerjasama maka semua dapat diwujudkan. Prof. Imai mencontohkan di negara Jepang, dimana pembiayaan pembangunan istalasi pengolahan air limbah dibebankan 50:50 kepada pemerintah dan kalangan industri juga komunitas masyarakat di area padat pemukiman. Demikan diharapkan Indonesia dapat menerapkan metode yang sama. [elr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian