Renstra dan Proker

Arah Kebijakan

Keberadaan Revolusi Industri 4.0 memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan teknologi negara-negara diseluruh beahan dunia terutama negara dan bangsa Indonesia. Masifnya digitalisasi menuntut perusahaan dan institusi dari berbagai bidang untuk mengubah cara berbisnis mereka. Jika perusahaan atau suatu institusi tidak melakukan transformasi mengikuti perkembangan zaman, cepat atau lambat institusi tersebut akan kehilangan pasar. Salah satu institusi yang kini tengah melakukan transformasi khususnya dalam bidang digitalisasi adalah Universitas Brawijaya (UB). Seluruh institusi termasuk UB harus saling dapat berintegrasi dan mengikuti perkembangan teknologi tersebut tidak terkecuali Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya pada bidang pengembangan riset serta keilmuan teknologi pertanian. Implementasi Revolusi Industri 4.0 di Fakultas Teknologi Pertanian harus ditarhetkan dan secara bertahap dicapai mencakup tata pamong, sumberdaya pendidik, dan mahasiswa yang pada akhirnya keseluruhannya dapat berbasis digital 4.0.

Fakultas Teknologi Pertanian harus mempersiapkan apa saja yang dilihat oleh para stake-holder digital pada era ini. Aspek yang perlu dilihat berupa dari sisi provider, content (platform, product, sensor), dan style (partner, player, purchaser). Pada tahun 2024 mengacu pada perkembangan industri 4.0, institusi-institusi termasuk Fakultas Teknologi Pertanian akan menuju era Autonomous Business. Di mana perusahaan atau industri termasuk Fakultas Teknologi Pertanian harus bertransformasi dari proses manual menuju digital keseluruhan sumber daya manusia salah satunya dosen dan tenaga kependidikan harus berorientasi millenials dengan diberikan bekal pelatihan untuk dipersiapkan yang mampu bersaing secara kepemimpinan dan tata pamong dari perusahaan atau industri di Indonesia. Hal ini yang menjadi antisipasi Fakultas Teknologi Pertanian (2019-2023) dalam mencapai era Autonomous Business ini benar-benar terjadi di tahun 2025.

Kebutuhan dasar manusia akan pangan, energi terbarukan, lingkungan dan biomaterial menjadi tantangan di masa depan. Pangan sebagai salah satu kebutuhan mendasar di era modern ini, tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Pengembangan pangan untuk menunjang gaya hidup sehat dan praktis merupakan tantangan dari berbagai pihak untuk melakukan inovasi. Selain pangan, masalah energi juga memerlukan penanganan serius. Saat ini pemanfaatan energi terbarukan masih belum optimal. Hal ini menjadi peluang dan tantangan bagi pihak akademisi untuk melakukan eksplorasi terkait pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan tersebut.

Pencemaran lingkungan sebagai masalah yang paralel dengan permasalahan pangan dan energi, terus meningkat akibat laju pertumbuhan penduduk perlu penanganan dengan memberikan penerapan teknologi bersih. Hal ini bertujuan untuk memberikan dampak positif terhadap keseimbangan sistem lingkungan secara keseluruhan dalam menyangga kehidupan manusia, dan keberlanjutan pembangunan dalam jangka panjang. Selain tantangan krisis di atas, hal lain yang menjadi tantangan ke depan adalah berkaitan dengan pengembangan biomaterial untuk memberikan nilai tambah sumber daya alam agar memiliki daya saing global dalam jangka panjang. Untuk mengatasi permasalahan kebutuhan dasar manusia akan pangan, energi terbarukan, lingkungan dan biomaterial, perlu adanya peran pihak akademisi melalui inovasi kreatifnya. Salah satu fakultas unggulan di Universitas Brawijaya yang mampu menangani masalah ini ada Fakultas Teknologi Pertanian (FTP).

Sejak didirikan pada Tahun 1998 FTP secara konsisten dan berkesinambungan telah menempatkan pendidikan sebagai kiprah utama dalam melaksanakan pengabdian kepada Bangsa Indonesia. Dalam menjalankan kiprahnya, FTP senantiasa aktif melakukan perubahan secara internal dan rensponsif terhadap faktor-faktor eksternal. Hal ini dilakukan agar FTP dapat tetap eksis dan mampu secara aktif merespon perubahan dan tuntutan yang terjadi di masyarakat.

Sejalan dengan penetapan visi Universitas Brawijaya untuk menjadi world class entrepreneurial university, mulai tahun 2006 arah pengembangan FTP secara sistematis telah dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) FTP 2006 - 2010 dan 2012-2018 sebagai acuan kebijakan dan program kerja. Pada periode itu FTP telah melakukan upaya perbaikan mutu dan layanan akademik secara terus menerus, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan organisasi dan kegiatan kemahasiswaan, penataan tata pamong dan kelembagaan, modernisasi fasilitas, peningkatan kapasitas teknologi informasi, penataan manajemen dan sumber daya manusia, serta peningkatan kesejahteraan pegawai dan aspek pendukung lainnya. Sementara itu, adaptasi dan respon aktif terhadap berbagai tantangan eksternal telah dilakukan FTP melalui upaya pemenuhan tuntutan akan kualitas lulusan, pemenuhan standar mutu nasional dan internasional dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, termasuk respon terhadap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Mengacu pada Renstra UB 2015-2019 dan Peraturan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi, Renstra FTP 2019-2023 merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pencapaian standar mutu dan layanan pendidikan menuju universitas kelas dunia, serta layanan pendidikan bagi semua lapisan masyarakat Indonesia. Melihat dari substansinya, nampak bahwa kebijakan yang dituangkan dalam Renstra FTP 2019-2023 merupakan kelanjutan dan penguatan dari kebijakan yang telah direalisasikan pada Renstra FTP 2013-2022. Hal tersebut ditunjukkan dengan bertambahnya fokus kebijakan pada bidang hilirisasi hasil riset, dan peningkatan mutu lulusan berbasis outcome serta kemitraan internasional. Penambahan kebijakan pengembangan tersebut menunjukkan bahwa esensi tugas dan tanggung jawab institusi pendidikan tinggi tidak akan bergeser jauh dari misi utamanya dalam mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi yang diperkaya dengan tugas dan tanggung jawab tambahan lainnya yang disesuaikan dengan dinamika yang terjadi di lingkungan internal dan eksternalnya. Namun demikian, pada Renstra FTP 2019-2023 ini merupakan penambahan serta pengembangan program-program baru yang diyakini dapat mempercepat pencapaian visi FTP dan Universitas Brawijaya. Kebijakan dan program yang disusun dalam Renstra FTP merupakan peran nyata FTP dalam mewujudkan UB sebagai universitas kelas dunia. Berbagai indikator capaian program pun menggambarkan upaya yang harus dilakukan agar kriteria-kriteria universitas kelas dunia dapat dipenuhi. Kebijakan dan program dengan indikator pencapaian program yang relevan dimuarakan pada upaya pencapaian visi FTP yang unggul khususnya dalam bidang pendidikan.

Pada lima tahun ke depan (2019-2023) kebijakan FTP berupaya melakukan pengembangan dengan berfokus kepada bidang-bidang sebagai berikut (1) Pengembangan dan penjaminan tata pamong dan proses bisnis yang efektif dan efisien (2) Pengembangan penjaminan mutu akademik (3) Peningkatan kerjasama mutual di bidang Tri Darma, (4) Peningkatan mutu lulusan yang unggul yang berdaya saing global dan berjiwa entrepreneur, (5) Peningkatan kualifikasi dan reputasi dosen dan tenaga pendidik, (6) Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana Tri Darma, (7) Perbaikan mutu pendidikan berbasis outcome, (8) Peningkatan hilirisasi dan inovasi hasil riset serta pengakuan publikasi internasional, (9) Peningkatan citra institusi melalui diseminasi dan kepemimpinan publik.

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian