Puasa Metodelogi Menguak Hakikat Kesuksesan

Mahasiswa Yudisium 31 Juli 2013
Juli 31, 2013
Hari Libur dan Cuti Bersama 2013
Agustus 2, 2013

Puasa Metodelogi Menguak Hakikat Kesuksesan

_MG_2220Puasa merupakan metodelogi yang tepat untuk membentuk intergritas pribadi yang unggul. Karena dapat menumbuhkan kesadaran spriritual yang tinggi sehingga orang menjadi bertaqwa. Suatu kedudukan yang amat tinggi di sisi Allah SWT hanya dapat diraih jika seseorang benar-benar beriman kepada Allah SWT. Dan orang yang bertakwa sejatinya adalah orang yang paling sukses dalam kehidupannya. Salah satu indicator orang yang sukses dalam kehidupan yakni ketika bertambahnya umur seseorang maka kesadaran spritualnya semakin bertambah. Demikian dikatakan Drs.H.Fadholi, M.Pdi saat memberikan ceramah agama saat acara Buka Bersama II Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Jumat (26/7).
“Karenanya jika umur seseorang bertambah sedangkan kesadaran spiritualnya tidak juga bertambah malah makin berkurang, maka orang tersebut belumlah dikatakan sukses dan alamat tidak selamat dalam kehidupan akhirat.,” ujarnya memberikan pencerahan kepada keluarga besar civitas akademik FTP.
Dipaparkannya, Indicator kesuksesan kedua adalah manakala seseorang setiap harinya senantiasa berinteraksi dengan Allah SWT. Setiap saat selalu melibatkan Allah Azza wa Jalla dalam segala urusannya dan senantiasa melakukan dialog dengan Robbnya.
“ Orang tersebut akan selalu mencari waktu untuk berdialog dengan Tuhannya, berintim dan bermesra dengan Allah baik melalui sholat-sholatnya, lantunan doa-doanya pada waktu mustajabah. Sering dialog dengan membaca dan tadabur Al Qur’an. Jika setiap hari kita berinteraksi dengan Al-qur’an maka Al-qur’an tersebut sebagai pencerah untuk diri kita, pencerah akal kita, pencerah batin kita dan pencerah tubuh kita.,” ungkapnya.
_MG_2222Sehingga, lanjutnya, Indicator yang ke tiga orang yang sukses yaitu memiliki ketenangan batin dan jiwa yang tenang. Ketika seseorang hanya mencari kesenangan hidup maka ketenangan hatinya akan menghilang. Karena dia lari dari Robbnya. Padahal Allah SWT itu sesungguhnya amat dekat dan akan mengabulkan permohonan hambaNya yang shaleh. Karenanya orang yang sholeh itu senang bersegera menuju Tuhannya. Hal itu menunjukkan keberadaan iman yang semakin menguat dalam diri. Sehingga muncullah keyakinan atas jaminan Allah SWT terhadap dirinya dan melahirkan sikap selalu optimis padanya.
Kemudian, imbuhnya, orang yang sukses itu senantiasa taskiyatun nafs atau membersihkan hatinya. Selanjutnya adalah menjadi khoirun nas atau sebaik-baik orang. Yakni orang yang banyak memberikan manfaat kepada orang lain dan senantiasa menyenangkan orang untuk mencari ridha Allah semata.
“Kesimpulannya, orang yang sukses dunia akherat itu, agamanya makin kuat, dunianya makin bagus, akhiratnya makin bagus, kehidupannya senantiasa memberikan kebaikan dan kelak dia tersenyum ketika menghadap Robbul Izzati. Khuznul kotimah merupakan puncak kesuksesan tertinggi,” pungkasnya.
Sedangkan Dekan FTP, Dr.Ir.Bambang Susilo, M, Agr. Sc saat membuka acara mengatakan acara buka bersama kedua kalinya pada Ramadhan kali ini bertujuan untuk mengikat silahturahim dalam rangka saling mengingatkan dalam kebenaran dan dengan kesabaran._MG_2174
“Seorang yang berilmu bingung kecuali orang yang beramal, dan semua orang yang beramal bingung kecuali orang yang ikhlas” ungkapnya pada kegiatan buka bersama dan silahturahmi diikuti oleh dosen karyawan FTP beserta keluarga dan Pengurus Unit Kemahasiswaan FTP tersebut. (Feb/Elr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian