Putra Petir Bakar Semangat Mahasiswa Indonesia di FTP

Baru 2 Minggu Berjalan, FTP Raih 11 Medali dalam Olimpiade Brawijaya 2015
Oktober 1, 2015
Scientific Great Moment 6
Oktober 7, 2015

Putra Petir Bakar Semangat Mahasiswa Indonesia di FTP

IMG_3546“Bongkar rasa malu dan ketidak percayaan diri serta ketidak tahuan. Ayo membuka diri, buka wawasan, terus gali ilmu pengetahuan dan informasi. Jangun takut gagal, gunakan media sosial. Wahai para pemuda nasib bangsa ini berada di tangan kita semua. Ayo bangkit bersama membangun Indonesia,” demikian pesan pembuat mobil listrik pertama Indonesia, Ricky Elson, B.Eng. M.Eng membakar semangat sekitar 650 mahasiswa se-Indonesia yang hadir pada acara Scientific Great Moment 6 di Aula lantai II Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya, Minggu (04/10/2015).

Pada Seminar Nasional bertajuk Harmoni Karya Pemuda Berbasis Energi Lokal dan Berwawasan Lingkungan Menuju Persaingan Global ini, Ricky Elson yang berjuluk Sang Putra Petir juga menceritakan perjuangannya menciptakan mobil listrik dan bergelut dengan kincir angin sebagai salah satu upaya demi kemajuan bangsa.  “Saya paling takut dengan kata TAHU. Sebab ketika mengetahui sesuatu, maka detik itulah tanggung jawab akan beralih ke pundak kita,” paparnya diawal acara.

“Banyak orang bertanya kenapa saya kembali ke negeri ini setelah 8 tahun di Jepang. Apa yang saya cari di negeri ini? Jawabnya adalah TAHU itu tadi. Bangsa ini memiliki banyak sekali sumber daya alam. Bangsa ini memiliki potensi yang tak tersaingi dari negeri manapun. Tetapi lihatlah apa yang terjadi saat ini. Masih banyak rakyat yang susah sekolah karena tinggal di daerah yang terisolasi. Masih banyak rakyat yang tidak menikmati listrik. Masih banyak PR yang harus diselesaikan bangsa ini. Dan ketika mengetahui semuanya, maka detik itulah tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang ada beralih ke pundak kita. Apakah saya tidak pernah gagal? apakah saya tidak pernah menemui hambatan? Tentu saja ADA. Hambatan dan kegagalan yang saya temui tak terbilang jumlahnya. Tapi saya berguru pada  Soichiro Honda , Sang Pendiri Honda yang mengatakan bahwa jangan menyalahkan siapa siapa atas kegagalan yang dialami. Kurangi waktu makan dan tidur, terus mencoba lagi dan lagi. Jika masih gagal, coba lagi. Coba lagi. Coba lagi. Itu yang saya jadikan patokan sampai detik ini. Selain itu saya juga berguru pada guru saya selama 8 tahun di Jepang (2006-2014), Hakamori Shigenobu. Beliau yang juga presiden direktur saya mengajarkan bahwa perusahaan membutuhkan perpaduan science, teknologi dan keterampilan yang dipadukan dengan hati yang tulus, bersungguh sungguh nan bersih untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dunia. Kita lihat bangsa Jepang, pertumbuhannya pelan tapi pasti. Karena mereka selalu mengutamakan hati yang bersungguh sungguh hingga mampu menghasilkan hasil yang maksimal. Tidak saja bagi negerinya sendiri, tapi juga bagi dunia. Itulah yang selalu mendasari saya untuk berbuat bagi negeri ini, ” jelasnya Ricky yang juga pakar turbin angin ini.

“Saat ini negeri ini sedang tumbuh. Apakah kalian hanya mau jadi penonton atau ingin terlibat dalam setiap prosesnya ? Semua ini dimulai dari diri sendiri. Karena dalam darah kita mengalir dna para pembuat Prambanan dan Borobudur. Mulailah dari hal yang kecil dahulu. Bagi saya, segalanya berawal dari impian masa kecil. Dan saya percaya janji Tuhan bahwa Tuhan akan meninggikan derajat manusia yang berilmu. Makanya saya terus menggali ilmu untuk mewujudkan segala impian masa kecil dulu,” paparnya seraya mencontohkan bagaimana masa kecilnya membuat cincin dan kalung logam sendiri tanpa harus membeli.

“Tentang mobil listrik, itu semua berawal dari tantangan seorang presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu sekitar tahun 2012 dalam pertemuan yang dihadiri 38 rektor, belasan menteri dan pejabat negara, mereka membuat kesepakatan untuk membuat mesin mobil listrik pada 2014 dan mulai membuat mobilnya pada 2017. Saya pikir koq terlalu lama, jadi waktu saya dikasih kesempatan bicara saya bilang akan saya selesaikan dalam tiga bulan. Ternyata pak presiden langsung berdiri dan memberi saya waktu dua bulan. Ternyata tanggal 25 Mei 2012 saya berjanji dan 08 Agustus 2012 saya buktikan janji saya. Apakah banyak hambatan? Banyak. Dalam perjalanannya, terlebih ketika pak Dahlan mengalami kecelakaan, sangat banyak yang menyalahkan dan mencibir. Apakah saya menyerah? TIDAK. Apakah saya berhenti? TIDAK. Saya terus mengingat filosofi Honda untuk terus mencoba dan mencoba. Rancangan mobil itu terus menerus kami sempurnakan dan kami kembangkan sampai saat ini. Sayang sekali pada akhirnya pemerintah justru tidak memberi izin. Apakah kami lantas berhenti? TIDAK. Kami tidak akan berhenti bermimpi dan berjuang mewujudkan mimpi itu demi kemajuan bangsa. Saat ini kami sedang kembangkan becak listrik supaya para abang becak tidak perlu merasakan dampak kenaikan BBM atau kelelahan mengayuh becaknya, ” paparnya lagi.

Ricky Elson yang menjabat sebagai kepala divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, Jepang. ini juga menceritakan kisahnya membangun turbin angin di berbagai daerah Nusantara hingga melakukan penelitian di ciheras tasikmalaya mengenai pembangkit listrik tenaga angin. Saat ini kincir angin hasil rancangan Ricky Elson tersebut kini menjadi yang terbaik di dunia untuk kelas 500 watt peak.

“Wahai para pemuda. Akankah hanya menjadi penonton? Ada tiga hal yang menyebabkan peperangan, pangan, air dan energi. Tentu ketiganya membutuhkan teknologi. Kedepan teknologi akan menjadi trend dunia. Saat kau tahu, detik itulah tanggung jawab beralih ke pundakmu. Jangan biarkan mereka mengakui mereka yang membangun negeri ini. Negerimu. Negeriku. Negeri kita,” pungkas sang Putra Petir.

IMG_3597Seusai memberi motivasi, Ricky Elson bersama Dr. Edi Hilmawan, M. Eng., Kepala Divisi Konservasi Energi, PTKKE-BPPT yang juga menghadiri acara berkenan melihat langsung hasil karya mahasiswa yang dipamerkan dalam pameran Expo Teknologi di Lobi FTP lantai I. Diantara inovasi mahasiswa yang dipamerkan diantaranya adalah ACRO ATOM, kapal tak berawak yang langsung disarankan Ricky untuk diuji coba langsung diturunkan ketengah masyarakat, AEROPONIC, SULIS-SUSU LISTRIK, mesin sari buah ULTRAVIOLET IRRADIATION dan aneka robot (seni, sport dan pemadam pemadam api).  [dse]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian