Rancang Pembangkit Listrik Bertenaga Ombak, Mahasiswa TEP Juarai Malaysia Technology Expo 2016

Jumlah Peserta per Mata Kuliah per Tanggal 17 Februari 2016
Februari 17, 2016
Yudisium Februari 2016
Maret 2, 2016

Rancang Pembangkit Listrik Bertenaga Ombak, Mahasiswa TEP Juarai Malaysia Technology Expo 2016

12767905_1172489066095984_1942879783_oKetiga mahasiswa Universitas Brawijaya, masing masing Muhammad Bagus Ardiwiyatna dan Arif Wicaksono (keduanya dari jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian angkatan 2012) serta Bekti Sri Utami (Program Kedokteran Hewan) berhasil menjadi satu satunya delegasi Indonesia peraih medali emas pada ajang Malaysia Technologi Expo 2016.

Pada kompetisi inovasi teknologi yang diikuti berbagai delegasi seluruh dunia ini, Bagus dan kawan kawan merancang bangunan pembangkit listrik bertenaga ombak berbasis piezoelectric. Karya berjudul “Breakwater Electrical System , Design of an Electric Power Plant Based on Piezoelectric in Hybrid Breakwater Construction” ini merupakan rancang bangun pembangkit listrik yang mengkombinasikan antara bangunan pemecah ombak dengan piezoelektrik.  Dipaparkan Bagus, “Piezoelektrik disini berfungsi sebagai generator penghasil listriknya. Piezoelektrik sendiri merupakan suatu material yang ketika mendapatkan tekanan akan menghasilkan energi listrik. Tekanan yang kami gunakan untuk menekan piezoelektrik ini, berasal dari ombak air laut. Jadi bangunan ini tidak hanya sebagai pemecah ombak tetapi juga sekaligus pembangkit listrik. Nantinya hasil listrik yang di hasilkan akan diolah oleh rangkaian sistem untuk di stabilkan. Hasil akhirnyalah yang kemudian akan digunakan untuk mencharger baterai dengan prinsip seperti penyimpanan baterai pada panel surya, ” jelasnya.

“Selama ini, pemanfaatan potensi selain dari sektor perikanan rasanya masih kurang maksimal. Padahal sebagai negara tropis, Indonesia sangat kaya akan lautan. Terutama pada laut yang tersambung langsung dengan samudera Hindia atau Pasifik, biasanya ombaknya relatif bertenaga , sayang rasanya kalau tidak dimanfaatkan. Inilah yang kemudian mendasari kami melakukan penelitian ini,” paparnya lagi.

Pada ajang  yang berlangsung 18-20 Februari 2016 di Putra World Trade Centre ini, para peserta dari berbagai negara akan mempresentasikan poster dan prototype rancangannya pada masing masing booth untuk kemudian dinilai dewan juri. Selain tim Universitas Brawijaya Indonesia, para peraih medali emas adalah kontingen dari Malaysia, Taiwan dan Zagreb-Kroasia.

Hebatnya lagi, tidak hanya meraih medali emas, ketiga mahasiswa Universitas Brawijaya ini juga berhasil meraih special award dari Indonesian Invention and Innovation Promotion Associations (INNOPA) dan World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA). (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian