Rektor Baru Paparkan Visi Misi dan Program Kerja di FTP

TATA TERTIB ARUS LALU LINTAS PERPARKIRAN DAN KEAMANAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Juli 22, 2014
Pengumuman untuk mahasiswa PS BIOTEKNOLOGI INDUSTRI 2012 & 2013
Agustus 5, 2014

Rektor Baru Paparkan Visi Misi dan Program Kerja di FTP

IMG_0590_1

Rektor Universitas Brawijaya periode 2014-2018, Prof.Dr.Ir. Mohammad Bisri, MS. didampingi Pembantu Rektor I bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS. serta Pembantu Rektor II bidang Administrasi dan Keuangan, Warkum Sumitro, SH. MH. memaparkan visi misi dan program kerja pada seluruh civitas akademika Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) di Aula FTP lantai 2, Kamis (24/07/2014).

Pada acara yang dimoderatori Dekan FTP, Dr Ir. Bambang Susilo, M.Sc. Agr., Prof. Bisri menyampaikan visi misi dan program kerja beliau sebagai rektor.  Visinya adalah menjadi universitas berstandar  internasional, berdaya saing Asia tahun 2020 dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sementara misinya adalah menyelenggarakan pendidikan berstandar internasional agar peserta didik menjadi manusia yang berdaya saing global, berkualitas dan berbudi luhur serta berjiwa/berkemampuan entrepeneur. Untuk mendukung tercapainya visi misi yang diemban tersebut ditetapkanlah program kerja sebagai berikut: meningkatkan fungsi dan harmonisasi unit kerja, menyusun master-plan UB berbasis daya tampung, akreditasi internasional, pengembangan laboratorium, pengembangan sumberdaya manusia (termasuk diantaranya adalah percepatan guru besar serta pengembangan dosen, pranata laboratorium pendidikan dan tenaga kependidikan) dan yang terakhir adalah pelayanan berbasis teknologi informasi (click university).

Prof. Bisri mengakui bahwa banyak hal yang perlu dikerjakan dan diselesaikan, mulai dari masalah fasilitas, sarana dan prasarana, akademis maupun sumber daya manusia. Untuk itu beliau mencanangkan aprogram kerja 100 hari sebagai langkah awal mengatasi berbagai masalah yang ada menuju UB ke arah yang lebih baik.

Gebrakan pertama yang dilakukan adalah akreditasi institusi. “InsyaAllah setelah lebaran UB akan mendapat visitasi reviewer. Kedepan UB juga akan menjadi salah satu PTN berbadan hukum yang diusulkan DIKTI,”paparnya.

Program revolusioner lainnya adalah mengurangi jumlah mahasiswa dengan percepatan kelulusan dan pengurangan kuota mahasiswa baru. Hal ini penting dilakukan agar perbandingan sarana prasarana yang ada dengan jumlah pengguna tetap seimbang. Tahun ini UB menurunkan kuotanya 1000 mahasiswa baru untuk jenjang s-1 sementara tahun depan akan dikurangi 5000 pada jenjang yang sama.  “Idealnya perbandingan mahasiswa S1 dan S2 adalah 60 persen untuk sarjana, dan 40 persen untuk mahasiswa pasca sarjana, tetapi saat ini masih jauh dari angka itu.  Jadi bertahap akan kita kurangi kuota mahasiswa baru di tingkat sarjana. Untuk program pasca sarjana, kami akan lakukan terbitkan kalender akademik untuk pembenahan tertib administrasi dan pencatatan data base,” jelas Prof. Bisri.

Hal penting lain yang juga termasuk dalam program kerja rektor baru adalah penataan parkir. Hal ini telah berjalan dengan uji coba dan analisa di laboratorium transportasi yang dimulai sejak April lalu. “Sementara ini untuk masuk UB tidak usah membayar untuk mengurangi kemacetan di pintu masuk, tetapi ke depan akan kita gunakan kartu Brizzi bekerja sama dengan BRI. Lahan parkir untuk civitas FTP akan kami rencanakan di depan student centre,” tambahnya lebih lanjut.

Rencana perbaikan sarana dan prasarana dilakukan dengan disesuaikan pada master plan yang telah disusun sebelumnya. Penyusunan master plan sendiri didasarkan pada perhitungan stagnasi mahasiswa untuk mengkalkulasi kebutuhan ruang dan dosen. Kedepan diharapkan setiap ruang kuliah di UB sudah dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti LCD Projector dan hanya akan menampung maksimal 40 mahasiswa untuk kenyaman dan efisiensi proses belajar mengajar. Demi efisiensi pula, akan dibangun gedung kuliah bersama yang dapat dimanfaatkan oleh semua fakultas.

Sejalan dengan tri dharma perguruan tinggi sebagai pusat penelitian, program Prof. Bisri selanjutnya adalah membenahi skema riset dan penelitian. “LPPM harus mempunyai banyak pusat penelitian yang harus hidup. Jadi BPPPM di tiap fakultas itu harus aktif. Kita juga akan dukung penelitian antar program studi,” jelasnya dihadapan sekitar 250 civitas FTP.

“Untuk pengembangan SDM, kita akan bentuk tim guru besar. SK-nya akan kita terbitkan. Percepatan guru besar ini dirasa perlu karena saat ini jumlahnya menurun di UB disebabkan banyak yang purna tugas. Padahal aturannya kan 20% dosen yang ada harus bergelar guru besar.  Kita juga ada program percepatan kenaikan pangkat untuk dosen dan tenaga kependidikan. Jika SDM dan sarana prasarana baik dan tertata, UB akan tumbuh dan berkembang semakin baik.”pungkas Prof. Bisri. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian