Renova, Olahan Bawang Merah Karya Mahasiswa TEP

FTP Borong Piala MTQ UB 2015
Maret 26, 2015
Mahasiswa FTP Juarai LKTI 2015
April 6, 2015

Renova, Olahan Bawang Merah Karya Mahasiswa TEP

bawang-merah

Murahnya harga jual bawang merah dari petani serta kurangnya inovasi pengolahan bawang merah selama ini menjadi pemicu semangat kelima mahasiswa Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (TEP FTP)  menggagas ‘Renova’, olahan produk bawang merah vakum yang ekonomis dan tahan lama melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T) pendanaan 2015. Kelima mahasiswa tersebut adalah Munawaroh (TEP 2011), Fatmawati Uswatun Hasanah (TEP 2011), Layyin Yeprila Ningrum (TEP 2011), Ach. Qirmiziyus Shobah (TEP 2011), serta Nafi Surapto (TEP 2012) dibawah bimbingan Yusuf Hendrawan STP. Mapp Life Sc. Ph.D.

Munawaroh selaku ketua tim mengatakan tujuannya bersama tim adalah untuk mengaplikasikan alat yang sudah ada secara optimal, bukan hanya menciptakan alat sebagaimana biasanya PKM-T. “ Memang saat ini tengah banyak produk olahan dari vacuum frying, tapi kami berinisiatif memilih bawang merah sebagai bahan baku karena selama ini tidak ada pengawetan pasca panen untuk bawang merah. “ Begitu ucapnya disela-sela sosialisasi bersama kelompok tani Sumbertani di Desa Bendosari, Pujon Malang tanggal 28 Februari 2015 lalu.

Meskipun saat ini sudah ada bawang merah goreng dijual dipasaran, namun kandungan minyak serta air yang cukup tinggi membuat rasanya cepat berubah dan mudah tengik. Renova karya kelima mahasiswa ini dikemas dengan ukuran dan harga yang ekonomis serta memiliki warna yang tidak jauh berbeda dengan bawang merah yang masih segar. Keunggulan lain adalah aroma serta rasa gurih untuk menambah cita rasa bawang merah vakum tersebut. Selain itu berkat sistem penggorangannya yang menggunakan sistem vakum menyebabkan kandungan minyak dan lemak relatif lebih sedikit dibanding bawang goreng pada umumnya, ini akan memungkinkan Renova lebih sehat, umur masa simpan lebih lama dan kandungan gizi lebih terjaga.  Tidak hanya itu saja tetapi disebutkan pula nantinya akan dibuat berbagai level dengan varian rasa mulai dari pedas, manis dan balado.

“Rencananya, setelah kegiatan sosialisasi ini akan kami lanjutkan dengan pelatihan intensif kepada kelompok tani Sumbertani di Desa Bendosari ini tentang proses pembuatan Renova dengan vacuum frying dan juga ikut membantu memasarkan produk tersebut,” demikian Munawaroh menambahkan. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian