Sacef, Smart Controlled Fermenter

UDI, Solusi Pengairan Perkebunan Semangka
Juni 8, 2016
CRESPATECH, Mesin Telur Pintar ala Mahasiswa FTP
Juni 8, 2016

Sacef, Smart Controlled Fermenter

Yoghurt merupakan salah satu produk diversifikasi susu yang memiliki kandungan gizi dan harga jual yang tinggi. Banyak UKM yang memanfaatkan peluang tersebut menjadi usaha yang prospektif. Akan tetapi kebanyakan masih menggunakan metode konvensional yang cenderung kurang efisien dan efektif karena memakan waktu yang cukup lama.   Inilah  yang melatarbelakangi kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Khairy Fadhillah (TIP 2014), Falta Umi Rosyidah (TIP 2012), Kiki Gustinasari (TL 2012), Joko Tri Rubiyanto (TIP 2014), dan Virna Irda Palupi (TIP 2014) merancang SACEF (Smart Controlled Fermenter) melalui Program Karya Mahasiswa bidang Teknologi (PKM-T 2016) dibawah bimbingan Shinta  Rosalia Dewi, S.Si., M.Sc.

SACEF  merupakan fermenter yang dilengkapi sistem kontrol logika fuzzy dan mikrokontroler ATMega32 untuk meningkatkan mutu yoghurt. Pada pembuatan yogurt dengan metode konvensional seringkali mengalami hambatan akibat proses fermentasi merupakan proses yang memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi hingga desain sistem kontrol klasik akan sulit untuk diterapkan. Disinilah SACEF berperan dalam mengendalikan suhu proses fermentasi. Logika fuzzy akan mengontrol setiap perubahan suhu yang terjadi, kemudian mengintegrasikan pada mikrokontroler ATMega32  memberikan perintah heater/pemanas untuk mengurangi atau menambah intensitas panas agar tetap stabil pada suhu 40-45ºC.  Dengan proses terkontrol waktu fermentasi dapat dipangkas hingga 5 jam (umumnya memakan waktu 9-18 jam pada metode konvensional) hingga menekan biaya produksi.

Saat ini Tim SACEF UB telah mengaplikasikan temuan ini di salah satu produsen Yogurt, UKM Flamboyan Asli yang terletak di Jalan Flamboyan Kota Batu dengan area pemasaran se Jawa Timur. Jika sebelumnya dengan metode konvensional UKM ini mampu memproduksi yoghurt hingga 100L perhari dengan waktu fermentasi 9-18 jam. Berkat SACEF yang berkapasitas 25 liter dengan pengaduk otomatis, UKM ini mampu menekan biaya produksi dan menaikkan volume produksivitas dengan kualitas yang lebih baik. SACEF juga ramah pangan karena berteknologi food grade akibat pemilihan bahan alat yang sudah sesuai standar keamanan pangan. (dse)

Comments are closed.

id_IDIndonesian