Scientific Great Moment 6

Putra Petir Bakar Semangat Mahasiswa Indonesia di FTP
Oktober 4, 2015
Sumbang Medali Terbanyak UB, Perolehan Emas FTP Lampaui UGM di PIMNAS 28
Oktober 9, 2015

Scientific Great Moment 6

Lembaga Kedaulatan Mahasiswa Agritech Research and Study Club (ARSC) menghelat serangkaian acara Scientific Great Moment 6. Rangkaian acara dalam event akbar berskala nasional ini adalah lomba karya tulis ilmiah tingkat pelajar dan mahasiswa, bazaar produk pangan lokal, expo teknologi tepat guna karya mahasiwa, seminar nasional bertajuk ‘Harmoni Karya Pemuda Berbasis Energi Lokal dan Berwawasan Lingkungan Menuju Persaingan Global’ serta bedah buku ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’.

LKTI

Ketua Pelaksana SGM 6, Singgih Mahardika (TEP 2013) mengatakan jika panitia tidak menyangka antusiasme para peserta lomba. “Kami sangat bersyukur, ternyata event kami kali ini mendapat respon yang cukup positif. Bahkan ada peserta lomba yang berasal dari luar Jawa, seperti Universitas Hasanudin Makassar dan Universitas Udayana Denpasar. Juga kepada rekan rekan kontingen ITB, IPB, ITS, Undip, Gontor maupun kampus lain yang tak dapat kami sebutkan satu persatu, kami sangat berterimakasih atas partisipasinya. Seluruh rangkaian acara SGM ini, baik LKTI, Seminar, expo, bazaar dan bedah buku itu mempunyai benang merah yang sama yaitu teknologi dan pemuda. Sebab kami yakin kedepan teknologi akan memegang peranan penting dalam perkembangan dunia sementara nasib suatu bangsa bergantung di tangan pemudanya. Jadi kedua keywords itu yang kami rangkai dalam acara SGM 6 ini,” jelasnya.

Setelah memperhatikan beberapa kriteria penilaian seperti format makalah, kreativitas dan inovatif topik gagasan, penyajian data dan sumber informasi, tinjauan literatur, serta pembahasan yang mencakup analisa, prediksi dan kesimpulan) juri memutuskan tiga tim terbaik tingkat mahasiswa, tiga tim terbaik tingkat pelajar serta satu tim favorit. Untuk kategori mahasiswa, juara pertama adalah tim Universitas Brawijaya yang berhak membawa trophy serta uang tunai senilai tiga juta rupiah. Sementara juara kedua adalah tim Institut Pertanian Bogor yang berhak atas trophy dan uang tunai senilai dua juta rupiah. Adapun juara ketiga direbut oleh tim Institut 10 November Surabaya dan berhak atas trophy serta uang tunai senilai satu juta rupiah. Untuk kategori pelajar SMA/SMK, juara pertama adalah tim SMA   yang berhak atas trophy dan uang tunai senilai dua juta lima ratus ribu rupiah. Juara kedua adalah yang berhak atas trophy dan uang tunai senilai satu juta lima ratus ribu rupiah. Sementara itu juara ketiga diraih oleh SMA yang berhak atas trophy dan uang tunai senilai dua juta rupiah. Selain itu adapula juara favorit yang diraih oleh

Seminar Nasional

Bertempat di Aula FTP lantai II, ARSC menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk ‘Harmoni Karya Pemuda Berbasis Energi Lokal dan Berwawasan Lingkungan Menuju Persaingan Global’, Minggu (04/10/2015). Acara yang dibuka langsung oleh Dekan FTP, Dr.Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc. ini menghadirkan  pembuat mobil listrik pertama di Indonesia dan pakar energi nuklir sebagai narasumber.

Di sesi pertama, Dr. Edi Hilmawan, M. Eng., Kepala Divisi Konservasi Energi, PTKKE-BPPT memaparkan materi seputar permasalahan energi di Indonesia. “Sejatinya hanya dua poin yang perlu kita pahami berhama dalam mengatasi masalah energi negeri ini. Yang pertama, perlu kita pahami bahwa menghemat energi itu jauh lebih lemat dan mungkin dilakukan daripada menghasilkan energi.. Jadi jangan berpikir tentang membangun ini dan itu. Yang gampang sajalah. Mari kita hemat energi. Itu jauh lebih masuk akal dan murah. Berdasarkan riset, kerugian akibat kemacetan Jakarta saat ini telah mencapai 46 trilyun rupiah. Bayangkan jika kita bisa menghemat energi. Terlebih saat ini tercatat 9 juta ton CO2 sudah menumpuk di atmosfir. Kalau kita tidak mulai dari sekarang, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi di masa depan. Yang kedua, yang juga perlu kita cermati bersama adalah energi terbarukan. Jika kita dapat memaksimalkan potensi energi terbarukan ini maka akan menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan energi saat ini,” jelas pakar nukir dari BPPT ini.

Sementara itu di sesi kedua Ricky Elson, B.Eng. M.Eng. Sang Putra Petir pembuat mobil listrik pertama di Indonesia memaparkan pentingnya peranan pemuda dalam perkembangan negeri. “Kemajuan suatu bangsa berada di tangan para pemudanya. Saat ini negeri ini sedang tumbuh. Kalian pilih tumbuh atau ditumbuhkan? Ikut dalam setiap proses pertumbuhan atau hanya diam menjadi penonton? Kedepan teknologi akan menjadi trend dunia. Dalam darah kalian ada gen para pembangun Borobudur dan Prambanan. Jangan takut gagal, terus mencoba tanpa pernah menyerah. Coba lagi. Coba lagi. Coba lagi. Jangan biarkan mereka mengakui mereka yang membangun negeri ini. Negerimu. Negeriku. Negeri kita,” demikian semangat yang dikobarkan putra pertiwi yang lama bermukim di Jepang ini.

Bedah Buku

Masih satu rangkaian acara dengan seminar nasional, sesi ketiga yang merupakan bedah buku Bulan Terbelah di Langit Amerika ini menghadirkan Rangga Almahendra. Sejatinya panitia mengundang Hanum Salsabila Rais selain Rangga Almahendra, hanya saja saat detik detik terakhir pihak manajemen mengabarkan bahwa putri Amien Rais tersebut sedang berada di Amerika Serikat di waktu yang bersamaan untuk penggarapan film berdasarkan novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karangannya.
“Mohon maaf saat ini Hanum tidak dapat hadir bersama kita. Beliau titip salam untuk kalian semua disini. Novel ini kami tulis karena kami prihatin atas anggapan miring Amerika pada kaum muslim. Padahal sejatinya mereka memiliki kemiripan sejarah. Cerita dalam novel ini merupakan perpaduan fiksi, drama dan fakta sejarah. Kisahnya sendiri dilatari peristiwa WTC 11 September yang cukup fenomenal. Kami harap novel ini mampu menjembatani dunia muslim dan Amerika yang selama ini seolah olah terbelah hingga akhirnya melahirkan judul tersebut,” papar Rangga yang merupakan suami Hanum Salsabila Rais ini.

Bazaar Produk Pangan dan Expo Teknologi.

Ketua Pelaksana SGM 6, Singgih Mahardika (TEP 2013) mengatakan bahwa expo teknologi dan bazaar ini bertujuan untuk mempopulerkan pangan lokal sekaligus memfasilitasi mahasiswa. “Sengaja kami adakan kegiatan ini untuk memfasilitasi sekaligus memotivasi mahasiswa. Sebab banyak mahasiswa yang mempunyai ide ide kreatif dalam bidang pangan maupun teknologi. Dengan kegiatan ini kami harap mampu menyalurkannya. Sekaligus dengan dipamerkannya produk inovasi teknologi karya mahasiswa kami harap dapat memacu semangat, memotivasi teman teman lain untuk terus berkreasi berinovasi. Apalagi event ini berskala nasional, jadi akan menambah kebanggaan teman teman semua karyanya dapat dinikmati mahasiswa se Indonesia. Itu juga yang melandasi kami mengadakan bazaar pangan ini. Seluruh pengisi bazaar berasal dari Malang Raya, tetapi kami mengutamakan para mahasiswa entrepeneur yang mempunyai usaha di bidang pangan,” jelas Singgih.

Terdapat sekitar 30 stand bazaar yang yang menyediakan aneka pangan sehat berbasis lokal seperti kue cubit aneka rasa, nasi bakar, nasi liwet, bakso, sosis bakarkhas Bandung, ragam juice buah serta ice pot.  Sementara itu diantara inovasi mahasiswa se UB yang dipamerkan dalam expo teknologi diantaranya adalah ACRO ATOM, kapal tak berawak yang langsung disarankan Ricky untuk diuji coba langsung diturunkan ketengah masyarakat, AEROPONIC, SULIS-SUSU LISTRIK, mesin sari buah ULTRAVIOLET IRRADIATION dan aneka robot (seni, sport dan pemadam pemadam api).  [dse]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian