Pertemuan Kerukunan Orang Tua Mahasiswa 2014

Kuliah Tamu Teknologi Bio Sensor Kyoto University
Oktober 18, 2014
ESP FTP Kunjungi Konjen USA
Oktober 21, 2014

Pertemuan Kerukunan Orang Tua Mahasiswa 2014

IMG_6107Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) menyelenggarakan pertemuan Kerukunan Orang Tua Mahasiswa (KOM) angkatan 2014 di Aula FTP lantai 2, Sabtu (18/10/2014).

NURPresiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTP, M.Nurhadi ketika mengawali acara mengatakan pentingnya koordinasi antara fakultas dan orang tua mahasiswa. “Di FTP terdapat 21 organisasi mahasiswa yang terdiri dari 15 Lembaga Kreativitas Mahasiswa (LKM), 3 Himpunan dimasing masing jurusan, HIMALOGISTA, HIMATETA dan HIMATITAN serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), BEM maupun Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM).  Lebih baik aktif berkegiatan di organisasi daripada sekedar menjadi mahasiswa pergi pulang, atau ke kampus hanya untuk kuliah, sebab ini merupakan hal yang positif untuk meningkatkan soft skill. Disinilah peran orang tua mahasiswa diperlukan sebagai kontrol untuk menyeimbangkan akademis dan non akademis. Dengan demikian diharapkan orang tua mahasiswa dapat saling dukung dengan pihak fakultas, terlebih dengan adanya permendikbud tentang kelulusan 5 tahun. Seperti kata presiden BEM UGM 2013, jika terdapat seribu kebaikan, maka pastikan kita terdapat didalamnya, jika yang terbaik hanya seratus, pastikan juga kita terlibat, tetapi jika hanya ada satu terbaik, pastikan kitalah yang dimaksud, maka mohon support supaya FTP dapat menjadi yang terbaik dan bermanfaat bagi negara dan bangsa,”paparnya.

IMG_6014Sementara itu, Dekan FTP, Dr.Ir.Bambang Susilo, M.Sc.Agr dalam sambutannya menegaskan tidak adanya pungutan, atau penggalangan dana dalam acara ini. “Saya tegaskan pertemuan ini tidak berhubungan dengan penggalangan dana, entah uang gedung, Sumbangan Pengembangan Fasilitas Pendidikan (SPFP) atau bahkan uang praktikum dan lain sebagainya. Kesemuanya itu telah termaktub dalam Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terbagi dalam enam kategori sehingga tidak ada lagi tarikan lainnya. Tetapi walaupun ada UKT, tidak perlu khawatir dengan biaya kuliah, karena di FTP tersedia banyak sekali beasiswa dan berbagai keringanan asalkan sesuai fakta. Prinsipnya, jangan ada dusta diantara kita, dan jangan sampai ada mahasiswa yang tidak bisa kuliah di FTP hanya karena biaya. Pertemuan ini lebih sebagai silaturahmi fakultas dan orang tua untuk saling mengontrol mahasiswa. Sebab KOM merupakan mediator FTP dengan orang tua mahasiswa. Sementara mahasiswa masih memerlukan support dan kontrol dari para orang tua. Seperti telah telah disampaikan Presiden BEM tadi bahwa terdapat banyak sekali kegiatan kemahasiswaan di FTP untuk mengembangkan soft skill yang tidak didapat di bangku kuliah seperti kemampuan manajemen, organisasi dan komunikasi. Pada Pimnas ke-27 kemarin, FTP mengirimkan sebelas tim dari total empat puluh sembilan tim UB. Jadi tim terbanyak yang dikirim UB merupakan delegasi FTP, kebetulan kita juga memborong medali terbanyak dibandingkan fakultas lainnya. Tentunya kegiatan mahasiswa tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak, baik dari fakultas maupun orang tua,” jelasnya.

Selain itu, Dr. Bambang Susilo juga menjelaskan secara secara umum sistem pendidikan di FTP. “Saat ini UB sudah berhasil memperoleh akreditasi A dari BAN-PT. Sebelumnya, FTP dan ketiga program studinya yaitu Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Keteknikan Pertanian (TEP) serta Teknologi Industri Pertanian (TIP) juga telah memperoleh akreditasi A BAN-PT. Bahkan salah satu program studi kita yaitu ITP telah terakreditasi internasional dari Institute of Food Technologists (IFT), Amerika Serikat, atau yang kedua di Indonesia setelah Insitut Pertanian Bogor (IPB). Selain itu, kedua program studi lainnya juga tengah dalam proses akreditasi internasional Asean University Network-Quality Assessment (AUN-QA). Ini patut dibanggakan karena di usia FTP yang masih enam belas tahun sudah mampu meraih akreditasi internasional. Pada tahun ajaran 2014/2015 kemarin terdapat 10.400 lebih lulusan SMA yang mendaftar ke FTP, tetapi kita hanya menerima sekitar 742 calon mahasiswa dan dari jumlah tersebut yang melakukan daftar ulang berjumlah 697 sehingga dapat dihitung tingkat keketatan di FTP UB sebesar 1:14. Saat ini FTP UB dengan empat ranah keilmuan: pangan, renewable energy, bio-material  dan lingkungan. telah mempunyai total 3400 mahasiswa . Menduduki peringkat terbaik ke 5 atau ke 6 di Indonesia, tetapi bukan tidak mungkin akan menjadi yang terbaik di Indonesia,” pungkasnya yang langsung disambut applaus undangan.

BDAPemaparan lebih detail tentang sistem pendidikan FTP UB dijelaskan oleh Pembantu Dekan I Bidang Akademik, Dr.Ir.Bambang Dwi Argo, DEA. “Saat ini di FTP terdapat tiga jurusan. Pertama Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) yang memiliki Program Studi S-1 Ilmu dan Teknologi Pangan dengan Minat Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan Minat Studi Nutrisi Pangan. THP juga memiliki Program Studi S-1 Bioteknologi Industri serta Program Studi S-2 Teknologi Hasil Pertanian.  Selain itu di FTP juga ada Jurusan Keteknikan Pertanian (TEP) yang memiliki Program Studi S-1 Keteknikan Pertanian dengan Minat Studi S-1 Teknik Bioproses, Minat Studi S-1 Teknik Sumberdaya Alam dan Lingkungan serta Minat Studi S-1 Keteknikan Pertanian. Jurusan TEP ini juga memiliki Program Studi S-2 Keteknikan Pertanian.  Kemudian ada pula Jurusan Teknologi Industri Pertanian yang memiliki Program Studi S-1 Teknologi Industri Pertanian (TIP) dengan Minat Studi Teknologi Industri Pertanian, Minat Studi Bisnis Pangan serta Minat Studi Agroindustri Perkebunan dan Kehutanan. Pada jurusan TIP ini terdapat Program Studi S-2 Teknologi Industri Pertanian dan Program Studi S3 Teknologi Industri Pertanian. Penilaian kemampuan akademik mengacu ditentukan oleh Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau Penilaian Acuan Normal (PAN) atau Kombinasi keduanya dengan poin penilaian meliputi tugas terstruktur, kuiz, UTS, UAS dan Praktikum.  Selain daripada itu, di FTP juga terdapat ujian remidi yang merupakanujian ulangan yang dilakukan bagi mahasiswa yang tidak lulus khusus pada UTS atau UAS atau kedua-duanya dengan nilai  kurang dari 60. Ujian remidi dilaksanakan untuk memperbaiki nilai UTS (setelah nilai UTS keluar) dan nilai UAS (setelah nilai akhir diumumkan) dengan maksimum nilai yang diberikan adalah  maksimal 75. Ada pula ujian susulan jika mengajukan surat permohonan kepada PD1 dengan dilampiri bukti bukti yg menyatakan sebab sebab ketidak hadiran dalam ujian selambat-lambatnya tujuh hari setelah pelaksanaan ujian Mata Kuliah yang bersangkutan. Pelaksanaan ujian susulan paling lambat dua minggu setelah ujian semester berakhir dan memenuhi persyaratan administrasi. Selain itu ada pula ujian khusus bagi mahasiswa yang telah mengumpulkan kredit 144-160 sks dan telah menyelesaikan tugas akhir tetapi IPK yang diperoleh kurang dari 2.00 dan atau masih mempunyai nilai E atau D/D+ melebihi batas yang diijinkan (lebih dari 10%).  Ujian khusus ini ditujukan untuk perbaikan nilai akhir suatu matakuliah yang pernah ditempuh dengan nilai maksismum yang dapat diperoleh adalah C.  Kelayakan mahasiswa untuk mengikuti ujian khusus diputuskan oleh Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi, dengan mempertimbangkan masukan dari dosen pembimbing Tugas Akhir,” paparnya.

Selain itu, Dr. Bambang Dwi Argo juga menjelaskan tentang semester pendek, sanksi akademik, evaluasi keberhasilan studi yang dilaksanakan, pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL), Skripsi dan sistem informasi. “Saat ini penerapan teknologi informasi telah berkembang dan cukup pesat di FTP UB. Jadi bapak ibu sebenarnya dapat memantau dari rumah tentang perkembangan mahasiswa dan update informasi fakultas melalui SIAM, SIAKAD, SIMKEU, SIMAWA, SIMFA, SIMPEG, SIADO asalkan ada jaringan internet.  Saat ini juga telah dikembangkan fasilitas e-learning dengan alamat web http://e-tp.ub.ac.id/ dan e-complain dengan alamat web http://e-complaint.ub.ac.id/. Jadi jika ada pertanyaan atau komplain dapat bapak ibu salurkan melalui situs tersebut,” tambahnya kemudian.

FTRSesi terakhir merupakan pemaparan seputar pendanaan fakultas yang disampaikan oleh Kepala Tata Usaha, Drs Fatchur Rahman, M.AB mewakili PD II FTP. “Sumber Pendanaan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya berasal dari  Mahasiswa (SPP, SPFP, UKT), APBN, Unit Usaha (Laboratorium, Kantin, FPTC, Bengkel) dan Sumber lainnya seperti  Kerjasama, Penelitian, Beasiswa, Hibah Kompetisi dan lain sebagainya. Tetapi dari tahun ketahun kontribusi dana mahasiswa semakin berkurang. Data menunjukkan bahwa prosentase kontribusi dana mahasiswa sebesar 30.7% pada tahun 2011, 38.4% di tahun 2012 dan makin menurun hingga ke 28.9% pada 2013 lalu.” jelasnya di hadapan sekitar 500 orang tua mahasiswa.

TARISelain pemaparan fakultas acara yang juga menampilkan penampilan LKM Tari dan Teni Flopy Band FTP ini juga memiliki agenda pemilihan pengurus KOM yang baru untuk menggantikan kepengurusan M.Nurwahid beserta jajarannya yang telah menjadi pengurus KOM FTP selama 16 tahun.  (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian