SIM (Smart Irrigation Monitoring) Bantu Petani Tentukan Air Irigasi

Mahasiswa FTP UB Sulap Limbah Kulit Pisang jadi Pektin pada Industry So Kressh Malang
Juni 1, 2015
Nano Gelatin Tulang Ikan Tuna Nan Halal Berkualitas
Juni 3, 2015

SIM (Smart Irrigation Monitoring) Bantu Petani Tentukan Air Irigasi

20150601_130319Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) ciptakan alat untuk dapat mengidentifikasi jumlah air irigasi yang optimum. Khususnya untuk membantu para petani mempermudah dan membantu menentukan jumlah air irigasi yang hingga saat ini belum ada solusinya.Para petani selama ini hanya menggunakan ilmu perkiraan saja, hal ini dapat mengakibatkan hilangnya pupuk yang diberikan dan pertumbuhan tanaman yang kurang optimal. Dengan ini kelompok kami yang beranggotakan Bangkit Puji Putra Pamungkas (TEP 2012), Abdur Rosyid (TEP 2010), Singgih (TEP 2013), Mahrifatul Amna (TEP 2012), Rosidha Wuladari (TEP 2012) menciptakan alat yang dapat menghitung jumlah air irigasi berdasarkan cuaca harian. Alat tersebut diberi nama Smart Irrigation Monitoring (SIM).

Desain SIM mereka tuangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kegiatan Karsa Cipta (PKM-KC) dengan judul Smart Irrigation Monitoring (SIM) dengan menggunakan Fuzzy Logic Controller sebagai pengembangan dari system irigasi modern. Didanai dikti sebesar Rp 11.500.000,00 dan akan di seleksi lebih lanjut untuk dapat mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2015.Dalam penelitian ini dibawah bimbingan Mohammad Bagus Hermanto,STP M.Sc.

Inovasi ini berhubungan dengan suatu perangkat elektronik yang berfungsi sebagai pusat informasi irigasi dengan menggunakan sensor suhu, kelembaban, intensitas cahaya, kecepatan angin, dan curah hujan yang terintegrasi dengan minimum system ATmega 32 dan modem wavecom yang diolah dengan menggunakan metode penman dan fuzzy, sehingga menghasikan luaran berapa jumlah air irigasi yang diperlukan bagi suatu lahan pertanian yag dapat di informasikan melalui pesan singkat/SMS secara otomatis, Ujar ketua tim Mahrifatul amna.

Alat ini dirancang dengan dasar perhitungan penman yang biasa digunakan pada software perhitungan irigasi cropwatt, namun pada cropwatt pengimputan data dilakukan secara manual. Sedangkan pada alat ini inputan data langsung dari sensor, dan hasilnya dapat dikirim secara otomatis melalui SMS.

Disampaikan Mahrifatul amna teknologi SIM ini baru pertama kali dirancang oleh kelompok kami .Sehingga mampu membantu para petani agar lebih mudah memantau dan menjaga kestabilan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Alat SIM ini diciptakan dengan harga terjangkau yaitu 6 juta untuk setiap unitnya sehingga dapat dengan mudah dimiliki dan diproduksi secara masal oleh petani maupun konsumen yang ingin memiliki alat tersebut.

Bangkit salah satu anggota tim pembuat SIM memaparkan, penelitian ini di bagi menjadi 5 tahapan yaitu perancangan dan pendesainan alat, pembuatan alat, pengkalibrasian alat, aplikasi alat, dan publikasi alat. Saat ini kami dalam proses publikasi dan pengaplikasian alat. Para petani daerah kota malang yang ingin menerima pesan singkat atau tentang teknologi ini dapat menghubungi kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian