SOLOR, Inovasi Pendeteksi Mikroba Karya Mahasiswa UB

Alang Alang sebagai Modul Sel Surya Organik
Mei 20, 2015
Mahasiswa TEP Teliti Potensi Pemanasan Ohmic sebagai Pembuat Jus Berukuran Nano
Mei 22, 2015

SOLOR, Inovasi Pendeteksi Mikroba Karya Mahasiswa UB

solorLambatnya penanganan kasus keracunan makanan yang salah satu penyebabnya adalah waktu pengujian di laboratorium membuat kelima mahasiswa Universitas Brawijaya menggagas alat pendeteksi mikroba yang lebih efisien dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Cipta (PKM-KC) 2015. Kelimanya adalah Ferina Irzani Auliawati (FTP 2012), Abdurochman Hidayat (PTIIK 2012),  Ahmad Sirojuddin (FT 2012), Risky Dwi Indriyanti (FAPET 2011), Samsul Khoirul Anam (FT 2011) dibawah bimbingan Shinta Rosalia Dewi, S.Si. M.Sc yang membuat alat pendeteksi mikroba “Smart Microbial Detector” (SOLOR).

Dipaparkan Ferina, bahwa perbedaan alat mereka dengan alat sejenis yang lebih dulu beredar adalah cara kerjanya yang lebih efisien karena serba otomatis meski dengan harga yang relatif terjangkau. “Pada alat sejenis yang lebih konvensional, umumnya masih menggunakan sistem analog. Alat kami ini lebih modern karena sudah bersistem digital namun tetap murah. Alat lain yang sejenis dengan sistem digital biasanya mempunyai harga tinggi sehingga jarang digunakan di banyak laboratorium. Selain itu alat kami ini juga kami desain agar lebih friendly user, ” jelasnya.

IMG-20150521-WA0013SOLOR sendiri merupakan alat untuk mendeteksi jumlah koloni mikroba melalui metode hitungan cawan secara digital guna mewujudkan prinsip safety and security food di masyarakat. Alat ini didesain dengan sebuah piranti lunak berbasis Image Procesing yang memungkinkan total mikroba dapat terdeteksi dengan cepat sekaligus dengan mudah pengoperasiannya. SOLOR yang berbahan akrilik juga relatif terjangkau karena menggunakan material yang mudah ditemui dan tidak rumit perawatannya. Kelebihan alat ini dibanding alat sejenis adalah  kecepatan dan keakuratannya dalam menyajikan data, bersistem otomatis hingga lebih efektif dan efisien.

Saat ini SOLOR tengah dalam proses pengajuan paten melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM-UB). Harapannya kedepan dapat dilakukan komersialisasi dan kerjasama dalam pengembangan Inovasi SOLOR dengan lembaga-lembaga terkait seperti Laboratorium-laboratorium pengujian mikrobiologis baik di perguruan tinggi, Balai Besar Penelitian Mikrobiologis dan Industri pangan yang melakukan pengujian mikrobiologis untuk menentukan mutu produk. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian