Sudarminto: Isentif Tingkatkan Kinerja dan Disiplin

Sosialisasi Teknis EKD 2011
Oktober 5, 2011
Elok: Mahasiswa Perlu Kecerdasan Spiritual
Oktober 10, 2011

Sudarminto: Isentif Tingkatkan Kinerja dan Disiplin

FTP-Perbaikan sistem isentif bagi pegawai khususnya tenaga kependidikan dirasa perlu dilakukan sebagai salah satu upaya memperbaiki performa kinerja sekaligus meningkatkan disiplin pegawai disamping untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai. Demikian dikatakan Pembantu Dekan II Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB), Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M. App.Sc, saat Sosialisasi Sistem Insentif Baru bagi Tenaga Kependidikan FTP, Rabu (5/10) siang.

“Isentif sebenarnya diberikan sifatnya hanya untuk tambahan saja. Kebijakan Fakultas memberikan isentif  bertujuan meningkatkan kinerja dan disiplin pegawai sebagai efek peningkatan kesejahteraan pegawai,” ungkapnya di depan seluruh tenaga kependidikan FTP.

Dijelaskannya, sistem isentif yang baru berbasis harian dan penentuan tarifnyanya berdasarkan golongan bagi pegawai berstatus PNS dan berdasarkan masa kerja bagi tenaga honorer. Adapun besarnya hanya terpaut Rp. 5000,- untuk setiap golongan dan Rp. 2500,- untuk honorer. Sehingga penentuan tarif isentif tersebut dirasakan cukup memenuhi azas keadilan.

Dipaparkan Sudarminto, demikian ia biasa disapa, perbaikan sistem isentif berdasarkan kinerja yang mulai diberlakukan per 1 Oktober ini bertujuan menghasilkan perbaikan yakni pegawai berdisiplin dan kinerja lebih baik. Sehingga dua hal yang menjadi sasaran program inovatif yang diluncurkan PD II periode 2010-2014 ini adalah peningkatan disiplin dan kinerja pegawai sebagai upaya membangun budaya mutu dan etos kerja yang optimal. Indikator yang digunakan adalah tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan yang diberikan.

“Pada sistem isentif baru akan ada peningkatan jumlah nominal yang diterima sebanyak dua kali lipat. Namun peningkatan itu harus dibarengi dengan peningkatan kinerja dan disiplin. Akan ada pemberlakukan punisment juga sebagai penyeimbang,” tegasnya.

Sehingga pegawai tidak hanya dituntut untuk hadir tepat waktu san bekerja sesuai dengan jam kerja saja melainkan juga dituntut memberikan pelayanan yang baik sebagai implementasi program pelayanan prima. Untuk sistem monitoring dan evaluasinya akan dilakukan para atasan langsung di masing-masing bagian.

“Tiap bulan atasan langsung akan melaporkan kinerja dan disiplin para staff dibawahnya. Apakah yang bersangkutan berhak mendapatkan haknya secara penuh atau dipotong karena ada pelanggaran jam kerja atau penurunan kinerja. Demikian juga apabila ada pekerjaan di luar jam kerja maka akan diperhitungkan tambahan isentifnya,” lugasnya. (elr)

SOSIALISASI SISTEM INSENTIF BARU BAGI TENAGA KEPENDIDIKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian