Sweger, Instant Carrot Drink Karya FTP UB

Supernova, Gula Merah Super a la FTP
Juli 5, 2014
Himateta FTP Terima Kunjungan Himatepa Udayana
Juli 7, 2014

Sweger, Instant Carrot Drink Karya FTP UB

Semangat untuk mengaplikasikan ilmu dan mengoptimalkan potensi wotel yang melimpah di Malang Raya membuat kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) melakukan inovasi untuk melakukan pengolahan wortel menjadi Instant Carrot Drink. Mereka adalah Leonie Margaretha, Wintari Devita, Jasenius Pasaribu, Kristi Widyaningsih, dan Amelia Monica di bawah bimbingan Dr. Teti Estiasih, STP, MP. dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pemberdayaan Masyarakat (PKM -M).

Dipaparkan Jasenius Pasaribu salah satu latar belakang program  ini adalah keinginan untuk meningkatkan pendapatan petani melalui teknologi pengolahan pasca panen. “Harga jual wortel setiap kali panen tidak menentu. Terkadang bisa menjadi sangat tinggi, namun bisa juga sangat rendah. Ketika harga jual rendah seringkali petani enggan untuk memanen, sehingga banyak wortel yang masih tertahan di lahan. Semakin lama wortel tertahan, kualitas wortel semakin menurun. Jika wortel tertahan lebih dari 4 bulan, daging wortel menipis dan teksturnya mengeras seperti kayu. Curah hujan yang tinggi menyebabkan bentuk wortel menjadi bercabang dan ukurannya kecil. Wortel yang kualitasnya kurang baik (afkir) dijual dengan harga sangat murah, hingga mencapai Rp. 2000-3000 per kg. Harga yang sangat rendah ini mengakibatkan petani rugi besar karena tidak dapat mengimbangi modal mereka,” jelasnya.

“Selain itu, sistem budidaya pengolahan merekan masih secara konvensional karena masih menggunakan cara manual. Kendala yang mereka hadapi adalah modal. Menurut mereka, untuk pengolahan pasca panen dibutuhkan modal yang besar untuk membeli mesin. Oleh karena itu, mereka masih mengandalkan penjualan komoditas khususnya wortel dalam bentuk segar. Padahal dengan pengolahan pasca panen terhadap komoditas yang tepat akan berpengaruh pada nilai jual yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan mereka. Karena itulah kami berpikir bagaimana caranya memanfaatkan wortel apkir tersebut melalui inovasi sehingga mampu mendongkrak pendapatan petani,” tambahnya lebih lanjut.

Cara pembuatan minuman instan wortel ini cukup mudah karena hanya menggunakan metode kristalisasi sederhana. Alat yang digunakan juga relatif mudah dijumpai karena menggunakan peralatan skala rumah tangga berupa kompor, blender, panci, dan pengaduk. Tahapan pembuatannya diawali dengan  awal yaitu melakukan membersihkan wortel untuk kemudian diekstrak guna diambil sarinya. Hasil Ekstraksi tersebut dipanaskan sampai mendidih dan mengental. Adonan ini kemudian ditambahkan gula pasir dengan perbandingan 2:1 dan dilakukan pengadukan secara konstan sampai membentuk kristal. Kristal wortel inilah yang kemudian dihaluskan sampai menjadi serbuk dan siap dikemas dalam toples serta diberi label. Penggunaan gula ini selain bertujuan sebagai pengawet alami juga berfungsi untuk menambah rasa minuman ini hingga terasa nikmat sesuai dengan namanya, “Sweger”. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian