TABLIGH AKBAR FORKITA :DARI PEMUDA UNTUK AGAMA, DARI PEMUDA UNTUK BANGSA

PENGENALAN POTENSI DIRI DAN PERMASALAHAN NON AKADEMIK MAHASISWA BARU (MABA) TA. 2013/2014
November 26, 2013
Mahasiswa THP Juara I LKTI Kemenpora
November 28, 2013

TABLIGH AKBAR FORKITA :DARI PEMUDA UNTUK AGAMA, DARI PEMUDA UNTUK BANGSA

Bertempat di aula FTP lantai 2, Senin (25/11) Forum Kajian Islam Teknologi Pertanian ( FORKITA) menyelenggarakan kegiatan tabligh akbar bertajuk Indonesia Memanggil III, Dari Pemuda untuk Agama, dari Pemuda untuk Bangsa.

Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB sampai dengan sekitar pukul 15.00 WIB ini dibuka lantgsung oleh Ketua FORKITA, Ahmad Syarifuddin. Dalam sambutannya, Syarifuddin mengatakan bahwa sebagai Agent of Change maka mahasiswa perlu membekali diri tentang wawasan kepemudaan dan informasi keIslaman terkini.

Sementara ketua panitia pelaksana, Donny Nugroho, mahasiswa jurusan Keteknikan Pertanian angkatan 2012, mengatakan bahwa tabligh akbar tersebut merupakan agenda rutin tahunan FORKITA yang diadakan setahun sekali sejak 2011. Tablig Akbar kali bertemakan Kepemudaan dan Anti Jaringan Islam Liberal ini diadakan sekaligus untuk memperingati 1 Muharram 1435H.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa dari berbagai angkatan dan seluruh jurusan/prodi di lingkungan FTP ini dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama adalah talkshow tentang kepemudaan dengan menghadirkan narasumber Izzur Rozabi, peraih juara 1 SOI Internasional (School of Internet).
Aktivis kepemudaan yang juga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FE UB) angkatan 2010 yang kerap disapa Izzur ini, mengatakan, bahwa ungkapan “pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan” seharusnya sudah mendarah daging dalam segala bentuk perjuangan pemuda di mana pun berada.

Sebagai seorang pemuda seharusnya berkarya, berjuang dan berkorban untuk negaranya. Manakala telah tumbuh dewasa dan semakin matang, maka negara akan memberikan kesempatan baginya untuk mengabdikan diri sebagai pemimpin negara yang berlaku sebagai “pelayan negara,” ujar anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Malang ini.

Karena itulah, ungkap Izzur, diperlukan sendi dan pemahaman agama yang kuat bagi para pemuda agar kelak mampu menjadi pemimpin yang berkarakter dam berakhlak Islami agar demi tercapainya kehidupan berbangsa dan bernegara yang bermatabat dan religius.

Sementara nara sumber lainnya, Ganjar Prima Anggara, Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Fakultas Hukum UB 2013 yang juga pegiat dan founder Japan Asian Economic Youth Community, mengungkapkan bahwa pemuda adalah tiang negara. Jika pemudanya baik maka akan terbentuk negara yang baik dan demikian pula sebaliknya jika negaranya baik maka pemudanya juga akan baik. Salah satu pendiri Sekolah Gerakan Mahasiswa yang akrab disapa Ganjar ini kemudian mengugah semangat pemuda untuk berperan dengan menceritakan kiprah pemuda dan kontribusinya bagi bangsanya sejak masa lampau baik di kawasan Eropa, Asia maupun di negara negara Islam sendiri.

Seusai talkshow, peserta disegarkan Wawan “Stand Up Comedy” dengan monolog cerdasnya  bertemakan Pemuda Indonesia masa kini yang menggelitik kesadaran. Sesi kedua ini peyampaian  qoulan balîghaa dan qoulan layyinan dari Ustadz Akhmad Hasan Sholeh, SPD. MP., direktur dan aktivis Islamic Thought in Civilization (ITCOM) yang berbicara mengenai Anti Jaringan Islam Liberal (JIL). Beliau mengungkapkan bahwa dewasa ini umat muslim harus lebih berhati hati dan pandai menjaga diri karena Islam sudah mulai teracuni oleh jaringan liberal yang merupakan pengaruh dari  westernisasi dan dampak perkembangan teknologi media informasi misalnya tayangan televisi, situs dan portal digital di internet. Untuk itu dibutuhkan filter dan dasar pemahaman terhadap hukum-hukum agama yang kuat hanya berdasarkan Alquran dan Al Hadist. Dan dibutuhkan pemahaman yang benar dan kesungguhan yang besar untuk menerapkan dua sumber hukum tersebut di setiap sendi kehidupan umat Muslim. (dse/editing by elr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian