Tak Hanya Jadi Listrik, Ditangan Mahasiswa FTP, Padi Juga Bisa Gantikan Bensin

Mahasiswa FTP olah Pepaya Bantu Atasi Autis
Mei 31, 2016
LAMP Karya Mahasiswa FTP Tingkatkan Probabilitas Bunga dan Warna Merah Apel
Juni 1, 2016

Tak Hanya Jadi Listrik, Ditangan Mahasiswa FTP, Padi Juga Bisa Gantikan Bensin

Penggunaan bahan bakar minyak semakin hari semakin meningkat dan ketersediaannya yang semakin menipis membuat isu bahan bakar ini tidak henti-hentinya menjadi topik utama. Residu hasil pembakaran bahan bakar minyak  yang dapat mencemari lingkungan menyebabkan usaha pengolahan energi terbaharukan dan ramah lingkungan ramai digalakkan. Bioetanol merupakan salah satu bahan bakar pengganti bensin yang terbuat dari biomassa seperti tumbuhan. Awalnya bioetanol terbuat dari bahan baku yang mengandung pati seperti jagung dan umbi-umbian. Namun, penggunaan bahan baku pati untuk produksi bioetanol memiliki beberapa kelemahan seperti mengancam ketahanan pangan manusia serta dibutuhkan budidaya pengadaan bahan baku. Oleh karena itu saat ini mulai dikembangkan bioetanol dari bahan baku selulosa seperti jerami padi. Penggunaan jerami padi dapat dikatakan lebih murah dan mudah didapatkan mengingat Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya mengkonsumsi beras. Penggunaan bahan baku selulosa ini memiliki kelebihan dimana selain tidak mengancam ketahanan pangan manusia, juga dapat memanfaatkan residu pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Selulosa secara alami diikat oleh lignin membentuk lignoselulosa (lignin, hemiselulosa dan selulosa. Oleh karena itu, pada proses konversi bahan selulosa menjadi bioetanol dilakukan proses pretreatment (perlakuan awal) pada bahan baku untuk melepas lignin. Setelah didapatkan selulosa pada proses pretreatment maka diperlukan proses hidrolisis untuk mengubah selulosa tersebut menjadi glukosa yang akan difermentasi menjadi bioetanol. Namun proses hidrolisis yang saat ini diterapkan masih memiliki kekurangan yakni berupa penggunaan bahan kimia yang banyak sehingga berpotensi mencemari lingkungan, kebutuhan energi yang tinggi dan waktu prosesnya yang lama membuat tahapan  hidrolisis ini sulit diaplikasikan secara langsung. Oleh karena itu Mahasiswa UB yakni Lazuardy Tembang Smaradhana, Dianita Kumalasari, Enik Sulistiana., Aisyiyah Amini dan Bambang Trimulyo saat ini sedang meneliti proses hidrolisis bahan baku selulosa dari jerami padi untuk kemudian dikonversi menjadi bioetanol. Dibawah bimbingan dosen jurusan Keteknikan Pertanian UB, Dewi Maya Maharani, STP., M.Sc., kelima mahasiswa tersebut menerapkan konsep resistive heating dalam proses hidrolisis untuk mengubah selulosa menjadi glukosa.

Resistive heating merupakan pemanasan dengan mengalirkan arus listrik ke bahan, dimana bahan yang digunakan adalah larutan jerami padi dan H2SO4. Karena ada aliran listrik yang ditujukan ke bahan, maka akan ditimbulkan panas dari dalam bahan. Jadi tidak hanya panas eksternal yang terjadi tapi panas internal sehingga pemanasan lebih merata dan proses pelepasan selulosa menjadi glukosa akan optimal. hidrolisis secara resistive heating memiliki kelebihan dibandingkan dengan hidrolisis bahan selulosa yang sudah pernah dilakukan seperti pemanasan konvensional dan microwave yang masih kurang merata pada bahan karena yang didapat hanya panas eksternal, selain itu pemanasan yang dilakukan membutuhkan waktu yang sangat lama sekitar 1 jam ke atas sedangkan dengan resistive heating engkonversian selulosa bisa lebih cepat yaitu sekitar 6 menit. Selain itu konsumsi bahan kimia seperti H2SO4 dan konsumsi energi dapat dikurangi dengan metode ini. Kami berharap dengan menerapkan konsep resistive heating ini dapat mengoptimalkan proses konversi selulosa menjadi glukosa dan dalam konversi lebih lanjut dapat dihasilkan bioetanol yang lebih banyak.

Sebagaimana diketahui bioetanol merupakan alternatif substitusi bensin karena nilai oktannya yang hampir sama. Kedepan pemanfaatan bioetanol berbasis selulosa padi ini diharapkan mampu menjadi alternatif penggunaan BBM untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sesuai Peraturan Presiden No. 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional.

selulosa padi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian