Transformasi Teknologi Membran dam Filtrasi

Tim “Predator” FTP Raih Juara II Olimpiade Sains Nasional
Desember 16, 2013
Visitasi PHKI Tema B tahun 2013
Desember 19, 2013

Transformasi Teknologi Membran dam Filtrasi

king sancaiMembran atau penghalang selektif antara dua fasa, memiliki fungsi memisahkan material  berdasarkan  ukuran  dan  bentuk molekul.  Menahan  komponen  dari  materi yang  mempunyai  ukuran  lebih  besar  dari pori-pori  membran,  dan  meloloskan  komponen  yang  mempunyai  ukuran  yang  lebih kecil.

Larutan mengandung  komponen  yang  tertahan  disebut  konsentrat.  Dan larutan yang mengalir disebut permeat. Filtrasi menggunakan membran, selain berfungsi  sebagai  sarana  pemisahan  juga  berfungsi  sebagai  sarana   pemekatan  serta purifikasi (pemurnian,red) dari suatu larutan yang dilewatkan pada membran tersebut. Aplikasi teknologi membran ini antara lain untuk memproduksi air bersih dan pengolahan air limbah dengan biaya yang rendah.

Demikian dijelaskan Dr. Saengchai Akeprathumchai Ph. D dari King Mongkut’s University of Technology Chonburi, Thailand pada kuliah tamu International BioIndustri yang diselenggarakan jurusan Teknologi Industri Pertanian FTP UB, di Aula FTP lantai 2.

“Umumnya membran berbentuk selaput yang memiliki pori-pori sangat kecil yang dapat menyaring partikel-partikel mikro seperti bakteri, virus, dan, partikel kecil yang terbawa bersama air, “ jelas  Saengchai, Rabu (11/12) lalu.

Saengchai memaparkan, beberapa polymer yang dapat digunakan pada industri membran misalnya, Cellulose acetate, PolyamidePolysulfone/PolyethersulfonePolyvinylidene, fluoride (PVDF), Poyltetrafluoroethylene (PTFE), Regenerate cellulose, Poylpropylene (PP), Nylon, dan polycarbonate.

Semua material itu, lanjut Saengchai, merupakan bahan sintetis yang dapat diproduksi secara massal sehingga potensial dijadikan suatu industri baru.  Selain itu, agar lebih ramah lingkungan dan lebih hemat, dapat mencoba membran berbahan alami seperti  pulp  (bubur kertas, red) dan kapas.

Saengchai menerangkan, terdapat beberapa keunggulan filtrasi membran ini. Antara lain,  pemisahan dapat dilakukan secara berkelanjutan, konsumsi energi umumnya relatif rendah, proses membran dapat dengan mudah digabungkan dengan proses pemisahan lainnya (hybrid processing).

“Filtrasi atau pemisahan dapat dilakukan dengan kondisi operasi yang dapat diatur, mudah dalam scale up, tidak memerlukan bahan tambahan. Pemakaiannya juga mudah diadaptasikan karena material penyusun membran yang bervariasi,” ujarnya .

Awalnya, papar  Saengchai ,  teknologi membran tergolong teknologi canggih berbiaya tinggi dan hanya diterapkan pada industri air minum di negara maju seperti di Eropa dan Amerika saja. Namun, saat ini teknologi filtrasi membran telah digunakan pada industri hilir di negara berkembang semisal Thailand. “Sehingga tidaklah mustahil untuk menerapkannya di Indonesia”, pungkasnya.

Diakhir sesi Dr. Saengchai juga mengharapkan makin berkembangnya teknologi membran di Indonesia. Mengingat kekayaan dan keanekaragaman hayati yang dimiliki. Sangat potensial bagi bertumbuhnya aneka industri hilir di negeri ini. (dse editing by elr

)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian