Tingkatkan Keamanan Hasil Maritim, Mahasiswa Brawijaya Ciptakan Alat Penurun Kadar Logam Ikan

PT. Etosagro Cita Inovasi Kunjungi FTP
Juli 12, 2018
C-PROVINE, Penghilang Racun Pala Karya Mahasiswa FTP
Juli 14, 2018

Tingkatkan Keamanan Hasil Maritim, Mahasiswa Brawijaya Ciptakan Alat Penurun Kadar Logam Ikan

Indonesia merupakan negara maritim dengan salah satu hasil maritimnya adalah ikan. Ikan di Indonesia adalah komoditi yang sangat sering dikonsumsi masyarakat Indonesia baik masyarakat pesisir maupun pegunungan. Namun dibeberapa tempat terdapat kasus cemaran logam berat pada perairan diIndonesia, yang mengakibatkan biota seperti ikan terkena dampaknya. Padahal ikan yang mengandung logam berat sangat membahayakan bagi orang yang mengkonsumsinya.

Sejauh ini proses pengolahan ikan yang mengandung logam berat yaitu dengan proses perendaman dengan larutan asam, namun dengan proses perendaman asam masih mempunyai banyak kelemahan seperti perubahan tekstur, warna, dan rasa dari ikan yang diolah. Selain itu terkadang ikan yang mengandung kadar logam sering dibuang begitu saja karena keterbatasan dana dalam pengolahannya. Padahal dari ikan sendiri terdapat kandungan yang sangat penting yang dapat berguna bagi tubuh kita seperti asam lemak esensial sangat diperlukan dalam pembentukan sel-sel otak untuk meningkatkan tingkat intelegensi manusia.

Dari situlah hal yang melatarbelakangi mahasiswa Fakultas teknologi pertanian Universitas Brawijaya yaitu Tri Wahyu Perdana (TEP 2015) Annisa Aurora Kartika (THP 2015), dan Muhammad Alwy (TEP 2016) dibawah bimbingan Joko Prasetyo STP M.Si menciptakan inovasi alat penurun kadar logam berat pada ikan melalui progam kreatifitas mahasiswa dari kemenristekdikti dengan judul Fi-Mact (Fish Metal Reducer System) inovasi alat post harvest treatment pada ikan sebagai upaya mewujudkan keamanan hasil maritim Indonesia.

Fi-Mact merupakan alat yang sangat praktis dan murah karena dalam prosesnya menggunakan air aquades dan metoda elektrokoagulasi. Menurut Murtini (2008) perendaman dengan aquades dapat menurunkan kadar logam Cd mencapai 80 % dan logam Pb mencapai 74,4 % dan menggunakan aquades perubahan fisik pada ikan pada saat perendaman dapat diminimalisir menjadikan ikan masih fresh dan masih enak jika dikonsumsi dibanding dengan perendaman menggunakan asam.

Maka dengan  adanya alat Fi-Mact ini diharapkan kedepannya dapat berguna dan dapat meminimalisir kasus-kasus yang disebabkan oleh cemaran logam berat di Indonesia. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian