Training for New Leader

Yudisium Maret 2016
Maret 30, 2016
FTP UB Runner Up Kompetisi Dunia Thought For Food 2016 di Swiss
April 3, 2016

Training for New Leader

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya menggelar “Training for New Leader”, Rabu (30/03/2016). Kegiatan yang digelar di Aula FTP lantai II mulai pukul 08.00 WIB ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan III FTP bidang Kemahasiswaan, Yusuf Hendrawan, STP. M.App.Life.Sc. Ph.D. dengan menghadirkan Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc. Agr., Djoko Sudarto, S.Sos. M.Ap., Sudarma Dita Wijayanti, STP. M.Sc. MP., Dra. Yuniarni Retno Daryanti, Wendra G. Rohmah, STP. MP., dan Elly Andajani, S.Sos., sebagai pemateri.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan III berpesan agar para pengurus Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) se-FTP yang hadir tersebut mampu menyerap seluruh materi yang disampaikan. “Adik adik semua ini adalah wakil mahasiswa. Saya harap mampu menyerap semua materi yang dipaparkan hari ini dan menyebarkan pada teman teman semua selain tentunya diamalkan. Sebab materi hari ini sangat berkaitan dengan kegiatan adik adik sehari hari nantinya. Tidak hanya secara kelembagaan tetapi juga untuk menjadikan adik adik mahasiswa yang berkarakter hingga siap bersaing di level nasional maupun internasional,” paparnya ketika membuka acara.

Sementara itu Dr. Bambang Susilo dalam materinya tentang kepemimpinan mengungkapkan pentingnya berpikir positif. “Di dunia ini ada teori yang namanya quantum. Masing masing komponen termasuk antar manusia terhubung secara quantum. Quantum itu saling mempengaruhi dan tarik menarik. Jadi jika kita berpikir negatif makan akan mendapat hasil negatif juga. Makanya usahakan selalu berpikir positif agar mendapatkan hasil yang positif juga. Selain itu, pemimpin yang baik akan mengerti kekurangan dan kelebihannya, serta tujuan yang ingin dicapai. Seseorang dikatakan leader yang baik jika mampu memimpin dirinya sendiri, keluarganya, masyarakat dan orang orang di sekitarnya, ” paparnya dihadapan sekitar 73 pengurus LKM FTP yang hadir.

Sementara itu di sesi selanjutnya Wendra G. Rohmah, STP. MP., memaparkan tentang manajemen organisasi. “Sebagai organisator yang baik, adik adik harus mampu menguasai 4 manajemen yaitu perubahan, konflik, stress dan praktis. Sebagaimana quantum yang telah dijelaskan pak Bambang sebelumnya, dunia ini selalu mengalami perubahan karena tidak pernah diam. Dengan manajemen yang baik, perubahan itu dapat saja mendatangkan hasil yang positif. Perubahan dapat saja berupa struktur organisasi, prosedur kerja atau hubungan antar personal. Masalah yang paling sering terjadi biasanya adalah penolakan terhadap perubahan itu sendiri. Leader yang baik diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut melalui dengan berbagai strategi. Diantaranya adalah pendidikan dan komunikasi, partisipasi, pemberian kemudahan maupun dukungan, negosiasi, manipulasi kooptasi serta paksaan untuk beberapa kasus tertentu. Selain itu adapula manajemen konflik yang umumnya disebabkan manusia atau organisasi. Konflik ini erta kaitannya dengan manajemen stress. Stress yang bersumber dari faktor lingkungan, organisasional dan personal itu dapat diatasi dengan pendekatan individual dan organisasi. Jadi secara umum fungsi organisasi adalah sebagai perencanaan (planning), organizing, motivating, pelaporan dan controlling,” jelasnya.

Sesi selanjutnya yang merupakan penjelasan tentang layanan serta Standar Operasional Prosedur (SOP) sub bagian Umum dan Perlengkapan FTP dibawakan oleh Djoko Sudarto, S.Sos. M.Ap.  Kepala Sub Bagian Umum ini menjelaskan bahwa FTP memiliki sejumlah sarana dan prasarana yang dapat dipergunakan oleh mahasiswa.  Surat peminjaman fasilitas yang dilampiri KTM itu harus diserahkan jauh jauh hari demi kelancaran bersama. Contoh form dan SOP dapat dilihat pada tautan http://tp.ub.ac.id/wp-content/uploads/2015/08/SOP-PEMINJAMAN-ALAT-RUANG.pdf. Djoko Sudarto juga menjelaskan bahwa mahasiswa yang melanggar aturan akan dikenai sanksi berupa tidak dapat meminjam fasilitas fakultas selama satu semester.

Materi berikut tentang Kemahasiswaan dipaparkan oleh Dra. Yuniarni Retno Daryanti. Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan FTP ini menjelaskan tentang pembuatan proposal dan laporan pertanggung jawaban dana kelembagaan. Dra Retno menjelaskan bahwa semua proposal kegiatan yang diajukan harus sesuai dengan program kerja LKM yang telah ditetapkan dalam Rancangan Kegiatan Kelembagaan (RKK). Adapun pengurus LKM yang berhak mengajukan proposal, melakukan pencairan dana dan pelaporan kegiatan adalah Ketua / Sekretaris / Bendahara LKM dan Ketua Pelaksana kegiatan. Pengajuan Proposal kegiatan dilakukan dua minggu sebelum pelaksanaan kegiatan sementara pelaporan dilaporkan satu minggu setelah kegiatan berlangsung. Dra Retno juga menjelaskan contoh format proposal dan laporan pertanggungjawaban. Jika laporan pertanggungjawaban dilaporkan melebihi batas waktu yang telah ditentukan, maka pengajuan anggaran dana berikutnya tidak akan dilayani.

Sesi selanjutnya yang merupakan materi tentang Public Speaking dijelaskan oleh Kepala UPT Bahasa FTP,  Sudarma Dita Wijayanti, STP. M.Sc. MP. Dalam paparannya, Sudarma Dita menjelaskan,” Leader yang baik ditunjang oleh kemampuan berkomunikasi. Tentu saja practise make perfect, jadi jangan pernah menyia nyiakan kesempatan. Speaker yang baik haruslah inovativ, smart, persuasif, entertainer dan informatif. Makanya jangan menutup diri, teruslah memperkaya informasi dan pergunakan semaksimal mungkin media yang ada termasuk media sosial,” jelasnya.

Materi terakhir sebelum penutupan yang tak kalah penting adalah tentang pelaporan keuangan. Elly Andajani, S.Sos dari Sub Bagian Keuangan FTP menjelaskan tentang pajak dan SPJ. “Yang dimaksud dengan Pajak Atas Pembelian Barang disini adalah Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas pembelian barang seperti komputer, meubeler, mobil dinas, ATK dan barang lainnya. Tarif PPh Pasal 22 adalah 1,5% X Harga Pembelian Barang (tidak termasuk PPN). Dan apabila Wajib Pajak penerima penghasilan (Rekanan) tidak memiliki NPWP maka tarifnya 100% lebih tinggi dari tarif sebenarnya atau menjadi 3% atau 1,5% X 200%. Sementara SPJ adalah surat pertanggung jawaban. SPJ ini dilaporkan dengan melampirkan nota asli pembelian,  kuitansi pembelian berstempel dan bertanda tangan penjual serta rincian pembelian, ” pungkasnya diakhir acara. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian