Tukarkan Sampahmu, Bawa Pulang Getukmu

Autohemodializer Karya Mahasiswi THP Juarai Djarum Surabaya Writing Competition 2015
Oktober 12, 2015
Noodle Paradise by Himalogista
Oktober 19, 2015

Tukarkan Sampahmu, Bawa Pulang Getukmu

IMG_4375Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (BEM FTP) Universitas Brawijaya menggelar ‘Agritech Health and Care’ di parkiran depan gedung FTP, Jumat (16/10/2015). Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Pangan Dunia yang jatuh setiap 16 Oktober ini beragendakan propaganda pangan lokal dan aksi bersih lingkungan.

Ketua pelaksana kegiatan, Adi Setiawan (THP 2014) menuturkan, “Acara AHC ini sebenarnya sudah dua kali kami gelar di tahun ini. Tetapi kali ini ada yang berbeda karena sekaligus bertepatan dengan hari pangan dunia. Sejalan dengan misi fakultas untuk lebih mempopulerkan pangan lokal, kami juga turut mendukung dengan cara membagi bagikan getuk, jamu dan apel bagi siapa saja yang kebetulan melintas disini. Acara ini juga sekaligus wujud cinta kami pada lingkungan karena untuk setiap item pangan lokal yang kami bagikan secara gratis itu harus ditukar dengan satu sampah plastik seperti stereo foam, bungkus snack, gelas air mineral, botol, dan sebagainya,” jelas staf Advokesma BEM FTP ini.

Lebih lanjut Adi juga menjelaskan bahwa acara ini tidak sekedar barter semata tetapi juga mengandung aksi propaganda pangan lokal. “Setiap penukar yang membawa sampah kemari, tidak serta merta langsug mendapat jamu, apel atau getuk begitu saja. Tetapi juga kami jelaskan manfaat dari masing masing item tersebut. Misalnya bahwa sejatinya singkong adalah sumber karbohidrat hingga mampu menjadi subtitusi gandum yang tepat. Dengan demikian, harapan kedepan dapat mengurangi angka impor gandum Indonesia yang relatif tinggi.  Melalui kegiatan ini kami juga berharap dapat lebih menyadarkan masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan dengan menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.

Pemilihan apel, getuk dan jamu bukan tanpa alasan. Apel sengaja dipilih karena merupakan budidaya khas Malang.  Apel juga merupakan komoditas lokal yang kaya vitamin, nutrisi serta kaya serat dan bersifat anti radikal bebas. Panitia juga menyiapkan jamu beras kencur dan kunir asam. Jamu yang merupakan warisan leluhur merupakan minuman tradisional yang berkhasiat yang bermanfaat bagi kesehatan meski relatif tanpa kandungan bahan kimia. Adapun getuk berbahan dasar ketela pohon merupakan kuliner nusantara yang mampu menyediakan energi sebesar 160 Kcal mengandung jumlah karbohidrat 38.06 g, protein 1,36 g 2,5, total lemak 0.28 g, kolesterol 0 mg, dan serat 1,8 gram. Ketela pohon yang bebas gluten dan kaya serat ini juga merupakan sumber vitamin K, B, Magnesium dan Tembaga.  Hingga acara berakhir sekitar pukul 11.00 WIB, panitia telah menyiapkan 25 kg Apel Malang, 250 pcs getuk dan  250 gelas jamu untuk dibagikan secara gratis pada masyarakat. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian