Tumbuhkan Agripreneurship, Mahasiswa FTP Gagas Young Agripreneur Project

Buka Puasa Bersama FTP
Juli 16, 2013
Bukber Ramadhan 1434 H FTP
Juli 18, 2013

Tumbuhkan Agripreneurship, Mahasiswa FTP Gagas Young Agripreneur Project

Lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan  Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya,  Dharma Sucipto, Setiawan Arliansya ,Azis Saputra, M. Lutfi Almer Hasan dan Devy Setyana berusaha menumbuhkan jiwa agropreuner sejak dini pada anak usia sekolah dasar melalui Young agripreneur Project yang dilakukan sejak bulan Maret hingga 15/6 lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kreativitas mahasiswa (PKM) tentang pengabdian masyarakat di Brawijaya Smart School (BSS) tingkat sekolah dasar. Dengan memberikan  pelatihan dan pengembangan di sektor pertanian kepada siswa kelas lima yang ada di sekolah ini. Aplikasi programnya memakai pola yang sangat sederhana dan mudah dipahami anak-anak karena dikemas dalam metode bermain sambil belajar.

Dharma Sucipto, ketua tim kegiatan tersebut mengungkapkan,  di era sekarang anak-anak terutama yang tinggal di perkotaan jarang sekali mendapatkan pengetahuan tentang pertanian. “Untuk itu kami sebagai mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Pertanian mencoba memberikan pelatihan dan pengembangan ini kepada anak-anak agar mereka mengerti tentang pertanian dan menumbuhkan agropreunership sejak usia dini,” tuturnya.

Pada program Young Agripreneur Project (YAP), kelima mahasiswa tersebut juga memberikan pelatihan tentang bagaimana cara membuat pestisida yang sangat praktis.  Seperti terbuat dari daun sirih yang dimasukan ke dalam botol yang sudah berisi air kemudian difermentasi.

Kemudian siswa juga di ajari membuat polybag reuse, menanam benih cabai, tomat dan terong hingga dapat dipanen kemudian  memperkenalkan cara pengolahan menjadi manirong, manibai dan torakur (tomat kurma) hingga pengemasan serta cara penjualan hasil olahan tersebut.

Bukan itu saja, siswa pun diberikan pelajaran bagaimana cara membuat kompos organic yang diberi nama Takakura. Selain itu, ada kegiatan yang dinamakan pekan kreasi siswa dimana mereka membuat capil lukis dan mading berisi tentang kegiatan yang telah siswa lakukan.

“Kami berharap siswa yang ada di sekolah ini dapat mencintai dunia pertanian dan dapat mengaplikasikannya. Senang rasanya melihat  antusias para siswa sehingga mereka menunggu kedatangan kami saat jam pelajaran tiba,” tutur Azis Saputra, salah satu angota tim YAP.

Kedepan, lanjutnya, kegiatan Young Agripreneur Project ini akan dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran ekstrakurikuler unggulan sekolah. Lantaran kemanfaatan dan keluaran programnya dinilai baik untuk pengembangan karakter siswa.

Kegiatan ini juga mendapat pengawasan langsung dari tim monitoring dan evaluasi baik itu dari kampus, untuk selanjutnya akan dievaluasi oleh Dinas Pendidikan utamanya DIKTI (Pendidikan Perguruan Tinggi). Tim berharap dengan suksesnya kegiatan ini dapat menjadikan mereka wakil Universitas Brawijaya mengikuti PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) tahun 2013 mendatang.(darma/elr)

1

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian